JurnalLugas.Com – Presiden Rusia, Vladimir Putin, baru-baru ini menunjuk keponakannya, Anna Tsivileva, ke posisi tinggi di Kementerian Pertahanan Rusia. Pada bulan Agustus, Tsivileva diangkat sebagai Sekretaris Militer Negara, sebuah jabatan yang menempatkannya di atas wakil menteri pertahanan. Sebelumnya, pada bulan Juni, dia telah ditunjuk sebagai deputi menteri pertahanan.
Menurut laporan Badan Intelijen Kementerian Pertahanan Inggris, jabatan Sekretaris Militer Negara sangat penting karena berfungsi sebagai penghubung utama antara Kementerian Pertahanan dan lembaga pemerintah lainnya.
Namun, Tsivileva menghadapi kritik karena kurangnya pengalaman di sektor pertahanan. Sebelumnya, ia berprofesi sebagai psikiater dan memiliki beberapa perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan alat medis. Penunjukannya menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan praktik korupsi dan nepotisme di Rusia, sebagaimana diungkapkan oleh laporan intelijen Inggris.
Selain itu, Tsivileva menikah dengan Sergei Tsivilev, Menteri Energi Rusia. Ia juga terlibat dalam sektor kesehatan, pertambangan, dan pariwisata. Sebelum terlibat dalam pemerintahan, Tsivileva aktif dalam organisasi Pembela Tanah Air, yang mengumpulkan sumbangan untuk mendukung perang Rusia di Ukraina.
Penunjukan ini menambah catatan kontroversial terkait praktek pemerintahan Rusia yang sering mendapat sorotan mengenai transparansi dan akuntabilitas.






