JurnalLugas.Com – Beberapa maskapai terbesar di Asia, termasuk Singapore Airlines, tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap armada Airbus A350 mereka. Langkah ini diambil setelah Cathay Pacific Airways menemukan masalah pada komponen mesin saat penerbangan.
Singapore Airlines, yang mengoperasikan 64 pesawat A350-900, mengumumkan bahwa mereka akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap semua mesin pesawat tersebut. Mereka menyebutkan langkah ini sebagai bentuk “langkah antisipasi” dan menegaskan bahwa saat ini tidak ada dampak terhadap operasional penerbangan mereka. Maskapai ini juga telah berkomunikasi dengan Airbus dan Rolls-Royce terkait masalah pada mesin Trent XWB. “Keselamatan pelanggan dan staf kami selalu menjadi prioritas utama kami,” ujar Singapore Airlines dalam pernyataan resmi mereka pada Selasa malam (3/9/2024).
Air China Ltd, yang merupakan salah satu maskapai yang terhubung dengan Cathay Pacific melalui kepemilikan saham, telah membatalkan empat penerbangan domestik yang dijadwalkan pada Rabu (4/9/2024) dengan pesawat A350-900. Media lokal melaporkan bahwa Air China juga akan melakukan inspeksi terhadap 30 armada A350-900 mereka.
Di sisi lain, Japan Airlines memutuskan untuk memeriksa sebagian armada A350 mereka, khususnya lima unit A350-1000, setelah berkonsultasi dengan Cathay. Cathay Pacific sendiri telah membatalkan 31 penerbangan pada Rabu dan kemungkinan akan mengumumkan pembatalan tambahan pada Kamis (5/9/2024). Maskapai ini menemukan kerusakan pada mesin pesawat dalam penerbangan menuju Zurich, yang memaksa pesawat untuk kembali ke pangkalan tanpa insiden.
Cathay sebelumnya telah melakukan inspeksi dan menemukan 15 pesawat A350 yang memerlukan penggantian suku cadang, sementara tiga pesawat sudah berhasil diperbaiki. Mereka mengharapkan armada A350 mereka dapat kembali beroperasi penuh pada Sabtu (7/9/2024).
Sebagian besar maskapai penerbangan yang mengoperasikan lebih dari 600 pesawat A350 di seluruh dunia memilih untuk menunggu arahan dari Airbus, Rolls-Royce, atau regulator sebelum mengambil tindakan lebih lanjut terkait masalah ini.






