JurnalLugas.Com – Hujan lebat yang terus mengguyur wilayah utara Vietnam telah menyebabkan banjir besar, dengan korban tewas terus bertambah. Hingga Rabu (11/09/2024), tercatat 157 orang meninggal dan 139 orang dinyatakan hilang. Bencana ini terjadi beberapa hari setelah Topan Yagi menerjang wilayah tersebut. Menurut laporan dari televisi negara VTV, lebih dari 101.000 rumah rusak dan 40.000 lainnya terendam banjir.
Dampak Perubahan Iklim pada Badai Tropis
Fenomena cuaca ekstrem ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan iklim berdampak langsung pada intensitas badai tropis. Suhu air yang lebih hangat serta kelembapan udara yang tinggi, yang merupakan akibat dari pemanasan global, memperkuat siklon tropis dan badai serupa. Di Vietnam, hujan terus menerus sejak akhir pekan memperburuk kerusakan yang disebabkan oleh Topan Yagi, yang mulai melemah setelah mencapai daratan pada Sabtu.
Ancaman Banjir dan Tanah Longsor Terus Berlanjut
Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional Vietnam memprediksi hujan lebat akan terus berlangsung hingga Kamis (12/09/2024). Pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan terkait risiko banjir dan tanah longsor yang masih mengancam.
Dampak pada Industri Global
Meskipun banjir melanda beberapa wilayah, pabrik-pabrik besar di Vietnam, termasuk pemasok untuk Apple dan Samsung, sebagian besar terhindar dari kerusakan parah. Di kota pelabuhan Haiphong, sebagian besar pabrik telah melanjutkan operasi normal. Le Trung Kien, kepala Otoritas Zona Ekonomi Haiphong, menyatakan bahwa upaya ekstra dilakukan untuk memompa air dan menjaga fasilitas tetap kering.
Kerugian Akibat Banjir
Meskipun belum ada laporan resmi mengenai total kerugian, perkiraan awal dari beberapa provinsi, termasuk Yen Bai, Phu Tho, Thai Binh, dan Ha Giang, mencapai US$95 juta atau sekitar Rp1,4 triliun. Pemerintah provinsi Quang Ninh juga telah mengalokasikan dana sebesar 180 miliar dong (Rp112 miliar) untuk membantu pemulihan rumah dan infrastruktur.
Sungai Meluap, Rekor Ketinggian Tercapai
Sungai Thao di provinsi Yen Bai meluap hingga mencapai 34,4 meter, yang merupakan ketinggian tertinggi yang pernah tercatat. Di provinsi Bac Giang, Sungai Cau juga memecahkan rekor ketinggian, menyebabkan 9.000 orang terisolasi. Sungai Merah, yang melintasi Hanoi, mencapai ketinggian tertinggi dalam 16 tahun terakhir, memicu banjir di beberapa bagian ibu kota.
Upaya Penanggulangan Bencana
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah Vietnam telah berkoordinasi dengan China untuk melepaskan air dari bendungan hidro di hulu Sungai Merah guna mengurangi risiko banjir. Namun, banjir bandang yang terjadi di desa-desa di provinsi Lao Cai, yang berbatasan dengan China, menewaskan 22 orang dan membuat 73 orang lainnya hilang.
Selain merenggut banyak korban jiwa, banjir ini juga berdampak besar pada sektor pertanian. Sekitar 149.000 hektar sawah di Vietnam utara terendam banjir, dan 26.200 hektar tanaman lain mengalami kerusakan.
Dengan intensitas curah hujan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, Vietnam menghadapi tantangan besar dalam menanggulangi bencana ini serta memulihkan wilayah terdampak banjir.






