JurnalLugas.Com — PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel memperkuat langkah bisnis berkelanjutan dengan memperoleh fasilitas Green Trade Loan senilai Rp500 miliar dari HSBC Indonesia. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur telekomunikasi ramah lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.
Fasilitas kredit yang diperoleh Mitratel bersifat jangka pendek dan uncommitted. Dana tersebut secara khusus dialokasikan untuk pembiayaan proyek yang memenuhi standar hijau dan prinsip keberlanjutan perusahaan.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan pembiayaan hijau itu akan dimanfaatkan guna memperluas ekosistem infrastruktur digital nasional, termasuk pengembangan jaringan Fiber to the Tower di sejumlah daerah.
“Pendanaan ini akan mempercepat pengembangan infrastruktur telekomunikasi berkelanjutan sekaligus mendukung pemerataan akses digital,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Mitratel juga menilai langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi energi operasional serta mengurangi jejak karbon di seluruh jaringan menara telekomunikasi yang dimiliki.
Perseroan saat ini terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam aktivitas bisnisnya. Pengembangan green tower initiatives menjadi salah satu fokus utama perusahaan untuk mendukung transformasi digital yang lebih ramah lingkungan.
Dalam implementasinya, Mitratel mengembangkan berbagai solusi energi berkelanjutan seperti layanan Power as a Service (PaaS) hingga integrasi sistem panel surya pada menara telekomunikasi dan perangkat operator.
Langkah tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga mendukung percepatan transisi energi bersih di sektor infrastruktur digital nasional.
Theodorus menyebut kerja sama pembiayaan hijau bersama HSBC menjadi bukti meningkatnya perhatian sektor keuangan terhadap proyek-proyek berkelanjutan di bidang telekomunikasi.
“Kolaborasi ini menunjukkan dukungan nyata terhadap pembangunan konektivitas digital yang berkelanjutan di Indonesia,” katanya.
Mitratel sendiri saat ini dikenal sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi terbesar di Indonesia dari sisi kepemilikan menara. Perseroan terus memperluas integrasi layanan menara telekomunikasi, jaringan fiber optik, hingga solusi energi untuk memperkuat ekosistem digital nasional.
Komitmen ESG perusahaan juga tercermin dari capaian ESG Risk Rating sebesar 18,8 dengan kategori Low Risk berdasarkan penilaian Morningstar Sustainalytics. Penilaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga pengelolaan risiko keberlanjutan di tengah ekspansi bisnis yang terus berkembang.
Dengan dukungan pembiayaan hijau tersebut, Mitratel optimistis dapat mempercepat pembangunan konektivitas digital nasional sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan lingkungan.
Baca berita ekonomi dan bisnis terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(William)






