JurnalLugas.Com – YouTube Shorts menawarkan peluang bagi kreator konten untuk mendapatkan penghasilan, meski dalam format video yang sangat singkat. Penghasilan dari YouTube Shorts dihitung berdasarkan jumlah share penayangan dalam pool kreator yang telah menerapkan monetisasi di kanal mereka.
Sumber Penghasilan YouTube Shorts
YouTube Shorts mendapatkan penghasilan melalui iklan yang muncul di sela-sela video. Namun, dibandingkan dengan video panjang di YouTube, penghasilan dari Shorts cenderung lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh durasi maksimal video Shorts yang hanya satu menit, sehingga ruang untuk menampilkan iklan lebih terbatas. Pada video panjang, kreator bisa menambahkan lebih banyak iklan, sehingga potensi penghasilan menjadi lebih besar.
Alternatif Penghasilan bagi Kreator
Walaupun penghasilan dari YouTube Shorts mungkin lebih kecil, platform ini tetap menjadi pilihan menarik bagi kreator konten. Terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau sumber daya untuk mengedit video panjang, Shorts menawarkan cara yang lebih cepat dan efisien untuk menghasilkan uang.
Namun, untuk memonetisasi konten YouTube Shorts, kreator perlu memastikan bahwa konten yang dibuat memenuhi syarat dari Google. Melansir laman Support Google (8/10), beberapa jenis konten yang tidak memenuhi syarat monetisasi antara lain:
- Video yang tidak orisinal, seperti potongan film atau konten orang lain yang diunggah ulang.
- Penayangan video yang dihasilkan secara otomatis, seperti menggunakan bot.
- Video yang tidak sesuai dengan pedoman konten ramah pengiklan.
Skema Pembagian Penghasilan
YouTube membagi penghasilan dari iklan yang ditayangkan pada Shorts melalui skema khusus. Semua penghasilan dari iklan di YouTube Shorts dan Feed Shorts dikumpulkan, kemudian dibagi menjadi dua: untuk membayar kreator dan untuk menutupi biaya lisensi musik. Setiap negara memiliki pool kreator tersendiri, dan pendapatan dibagi berdasarkan persentase jumlah views yang diperoleh kreator di negara tersebut.
Kreator yang telah memonetisasi kanalnya akan menerima 45% dari total pendapatan yang dialokasikan di pool kreator. Menariknya, penggunaan musik latar tidak memengaruhi penghasilan kreator, karena YouTube sudah menutupi biaya lisensi musik dari total pendapatan iklan.
Contoh Penghasilan YouTube Shorts
Untuk memberikan gambaran konkret, kanal YouTube Putra Bungsu membagikan pengalamannya dalam mendapatkan penghasilan dari Shorts. Dengan total penayangan sebanyak 839 kali, ia memperoleh Rp117,85. Menurut keterangannya, bayaran per 1.000 penayangan adalah Rp140,47. Dengan demikian, jika kreator ingin menghasilkan hingga jutaan rupiah, mereka perlu mengumpulkan penayangan dalam jumlah besar. Misalnya, dengan 10.000 views, kreator bisa mendapatkan sekitar Rp1,4 juta.
Meskipun penghasilan dari YouTube Shorts tidak sebesar video panjang, format ini tetap menjadi pilihan yang menarik, terutama bagi kreator dengan keterbatasan waktu atau sumber daya. Dengan skema pembagian penghasilan yang jelas dan dukungan dari YouTube untuk lisensi musik, Shorts menjadi alternatif yang cepat dan efektif untuk mendapatkan penghasilan di platform ini.






