Aksi Walkout Protes Parlemen Dunia Sidang IPU ke-149 di Jenewa Solidaritas Palestina

JurnalLugas.Com – Pada Kamis, 15 Oktober 2024, suasana Sidang Umum ke-149 Uni Antar-Parlemen (IPU) di Jenewa, Swiss, memanas akibat aksi protes yang melibatkan sejumlah anggota parlemen. Aksi keluar sidang (walkout) dilakukan sebagai bentuk protes terhadap seorang pejabat Israel yang mendapat kesempatan berbicara dalam forum tersebut. Perwakilan dari berbagai negara, termasuk anggota Majelis Agung Nasional Turki (TBMM), turut serta dalam aksi ini.

Ketegangan dalam Sidang IPU

Sidang yang dipimpin oleh Presiden IPU, Tulia Ackson, semakin memanas saat agenda darurat mulai dibahas. Ketika giliran pejabat Israel berbicara, reaksi keras datang dari para delegasi. Mereka memukul meja sebagai tanda ketidaksetujuan sebelum meninggalkan ruangan secara bersamaan. Aksi walkout ini merupakan bentuk protes simbolis atas kebijakan Israel, khususnya terkait serangan militer di wilayah-wilayah konflik.

Bacaan Lainnya

Delegasi Turki tidak ketinggalan dalam menyuarakan protes mereka. Saat meninggalkan ruang sidang, mereka meneriakkan slogan “Kemerdekaan untuk Palestina” sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina. Setelah pejabat Israel menyelesaikan pidatonya, para delegasi yang melakukan aksi protes kembali memasuki ruang sidang untuk melanjutkan pembahasan agenda berikutnya.

Baca Juga  Trump Peringatkan ke Netanyahu, Israel Bisa Bertempur Sendiri Hadapi Iran

Konflik Memanas di Timur Tengah

Protes tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Sejak 23 September 2024, Israel melancarkan serangan udara masif ke Lebanon dengan alasan menargetkan kelompok Hizbullah. Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 1.500 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.

Konflik ini merupakan eskalasi dari ketegangan lintas perbatasan yang berlangsung selama setahun terakhir. Perang bermula dengan operasi militer Israel di Jalur Gaza sebagai respons atas serangan kelompok perlawanan Hamas pada tahun sebelumnya. Hingga saat ini, serangan tersebut telah menyebabkan lebih dari 42.400 korban jiwa, yang mayoritasnya adalah perempuan dan anak-anak.

Tidak berhenti di situ, Israel memperluas konflik pada 1 Oktober 2024 dengan menginvasi wilayah selatan Lebanon. Eskalasi ini memicu kecaman internasional, termasuk dari negara-negara yang tergabung dalam IPU, yang menuntut dihentikannya kekerasan dan diadakannya solusi diplomatik untuk menyelesaikan konflik yang berlarut-larut.

Baca Juga  Israel Tolak Campur dalam Negosiasi AS-Iran, Ngotot Perangi Hizbullah

Dukungan Parlemen Dunia terhadap Palestina

Aksi walkout di Sidang IPU ke-149 mencerminkan solidaritas internasional terhadap Palestina dan protes terhadap kebijakan agresif Israel di kawasan tersebut. Banyak negara mengecam aksi militer Israel yang dianggap melanggar hukum internasional dan menimbulkan krisis kemanusiaan.

Forum-forum seperti IPU menjadi tempat bagi para pemimpin dunia untuk menyuarakan keprihatinan serta mendorong solusi damai atas konflik yang sedang berlangsung.

Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, peran organisasi internasional seperti IPU semakin penting untuk memfasilitasi dialog dan mencari jalan keluar guna mengakhiri konflik serta memastikan hak-hak kemanusiaan dipenuhi.

Aksi para delegasi di Jenewa menunjukkan bahwa komunitas internasional terus memperjuangkan perdamaian dan keadilan, terutama bagi rakyat Palestina yang terdampak oleh konflik berkepanjangan.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait