JurnalLugas.Com – Salim Baddoura, utusan tetap Lebanon untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, menyatakan bahwa upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik di Lebanon masih menemui jalan buntu karena sikap zionis Israel yang enggan berkompromi untuk mengakhiri konflik timur tengah.
“Kami melakukan berbagai upaya diplomatik bersama beberapa pemimpin politik dan utusan internasional. Ada kekhawatiran yang mendalam terkait eskalasi kerusakan, meningkatnya korban sipil, serta potensi perluasan perang,” kata Salim.
Menurutnya, meskipun banyak opsi sedang dibahas secara terbuka dan konstruktif, Israel belum menunjukkan itikad untuk membuat konsesi. “Israel tampaknya terus mengabaikan komitmen internasionalnya, terutama terkait rakyat Palestina. Mereka malah memicu konflik dan menyebarkan kehancuran. Situasi ini tidak bisa berlanjut selamanya,” tegasnya.
Konflik antara Israel dan Lebanon kembali memanas sejak 1 Oktober 2024, saat Israel melancarkan operasi darat di wilayah selatan Lebanon dengan dalih menargetkan milisi Hizbullah. Serangan tersebut disertai dengan serangan udara yang menyebabkan kerugian besar di Lebanon.
Hingga kini, tercatat 2.600 korban tewas, termasuk di antaranya sejumlah pemimpin Hizbullah, sementara lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi akibat serangan tersebut.
Meski mengalami kerugian, Hizbullah terus melancarkan perlawanan dengan serangan roket ke wilayah Israel. Di sisi lain, Israel menyatakan bahwa operasi militer ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan kembalinya sekitar 60.000 warga Israel di wilayah utara.
Mereka sebelumnya dievakuasi setelah serangan roket Hizbullah setahun lalu, yang diklaim sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Palestina, Hamas.
Konflik ini menambah kekhawatiran internasional akan eskalasi lebih lanjut dan kemungkinan meluasnya pertempuran di kawasan. Diplomat internasional berharap upaya diplomatik segera membuahkan hasil untuk menghindari lebih banyak korban dan dampak kemanusiaan yang lebih buruk.






