Pesawat Wisata Cessna Grand Caravan Jatuh di Nazca Peru, Tak Ada Korban Selamat

JurnalLugas.Com — Perjalanan wisata udara untuk menikmati keindahan Garis Nazca di Peru berubah menjadi tragedi.

Sebuah pesawat wisata jenis Cessna Grand Caravan dilaporkan jatuh di wilayah Pueblo Viejo, dekat Kota Nazca, Sabtu (1/8/2026) waktu setempat. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berada di dalamnya dipastikan meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Insiden tersebut kembali memunculkan perhatian dunia terhadap aspek keselamatan penerbangan wisata di kawasan Nazca Lines, destinasi warisan dunia UNESCO yang setiap tahun menjadi tujuan ribuan wisatawan mancanegara.

Berdasarkan informasi dari otoritas Peru, pesawat membawa 13 orang yang terdiri atas 11 wisatawan asing serta dua awak pesawat. Tidak ada seorang pun yang berhasil selamat setelah pesawat mengalami kecelakaan beberapa menit usai memulai penerbangan.

Lokasi jatuhnya pesawat berada di Pueblo Viejo, sekitar enam kilometer dari pusat Kota Nazca dan sekitar 12 kilometer dari kawasan Garis Nazca yang terkenal dengan geoglyph raksasa di tengah gurun.

Pesawat diketahui lepas landas dari Kota Pisco sekitar pukul 13.00 waktu setempat untuk menjalankan penerbangan wisata yang biasa menawarkan panorama Nazca Lines dari udara. Namun, belum lama setelah mengudara, komunikasi dengan menara pengawas dilaporkan terputus.

Sekitar pukul 13.20 waktu setempat, pesawat dilaporkan jatuh. Hingga kini penyebab pasti kecelakaan masih menjadi misteri dan sedang diselidiki oleh otoritas penerbangan Peru.

Korban dari kalangan awak pesawat telah diidentifikasi sebagai pilot Americo Salazar Cuellar dan kopilot Irenka Del Carpio. Sementara identitas para wisatawan asing belum seluruhnya diumumkan kepada publik karena proses pemberitahuan kepada keluarga masih berlangsung.

Mayor Polisi Jorge Andrade memastikan seluruh penumpang meninggal dunia akibat kerasnya benturan saat pesawat menghantam daratan.

Baca Juga  Kronologi Penembakan Diplomat RI Leonardo Zetro Purba di Peru Ini Profilnya

“Sebanyak 11 penumpang dan dua awak pesawat dipastikan meninggal dunia,” ujar Andrade.

Ia menambahkan, tidak ditemukan korban selamat dalam proses evakuasi awal. Tim penyelamat langsung diterjunkan menuju lokasi untuk mengevakuasi para korban sekaligus mengamankan area kecelakaan sebagai bagian dari proses investigasi.

Pihak berwenang Peru kini mengumpulkan berbagai bukti, termasuk rekam jejak penerbangan, kondisi pesawat, hingga faktor cuaca yang mungkin memengaruhi penerbangan tersebut. Otoritas belum berspekulasi mengenai penyebab insiden sebelum seluruh proses investigasi selesai.

Pemerintah Kota Nazca menyatakan penyelidikan akan dilakukan oleh lembaga penerbangan yang memiliki kewenangan penuh untuk menentukan penyebab kecelakaan serta kemungkinan adanya pelanggaran prosedur keselamatan.

Dalam keterangannya, pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh proses investigasi dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sehingga hasil akhirnya dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

Kementerian Pariwisata Peru turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menyatakan dukungan terhadap proses penyelidikan yang tengah berlangsung.

Tragedi ini kembali membuka catatan panjang kecelakaan penerbangan wisata di kawasan Nazca. Selama bertahun-tahun, wisata udara menjadi pilihan utama wisatawan untuk menikmati keindahan Garis Nazca karena pola-pola raksasa tersebut hanya dapat terlihat jelas dari ketinggian.

Nazca Lines sendiri merupakan salah satu situs arkeologi paling terkenal di dunia. Gambar-gambar raksasa berupa burung kolibri, monyet, paus, laba-laba, hingga berbagai bentuk geometris diperkirakan dibuat oleh peradaban Nazca antara tahun 200 hingga 700 Masehi.

Keunikan tersebut menjadikan kawasan ini sebagai magnet wisata internasional. Berbagai operator penerbangan menawarkan paket wisata berdurasi singkat menggunakan pesawat kecil agar wisatawan dapat melihat keseluruhan pola dari udara.

Namun di balik pesonanya, sektor wisata udara Nazca juga memiliki sejarah kecelakaan yang cukup memprihatinkan.

Pada 2022, sebuah pesawat kecil mengalami kecelakaan di kawasan yang sama dan menewaskan tujuh orang, termasuk wisatawan asing dari Chile dan Belanda.

Beberapa tahun sebelumnya, tepatnya pada Oktober 2010, enam orang meninggal dunia setelah pesawat wisata yang dioperasikan AirNasca jatuh usai melakukan penerbangan di atas Garis Nazca. Korban terdiri atas empat wisatawan asal Inggris dan dua awak pesawat Peru.

Masih pada tahun yang sama, kecelakaan lain melibatkan pesawat Cessna 206 yang menewaskan tujuh orang, terdiri atas tiga warga Chile dan empat warga Peru.

Sementara pada April 2008, lima wisatawan asal Prancis meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat wisata di kawasan Nazca meski pilot berhasil menyelamatkan diri.

Rangkaian kecelakaan tersebut membuat berbagai pihak selama ini mendorong peningkatan standar keselamatan penerbangan wisata, termasuk inspeksi teknis pesawat, pelatihan awak, serta pengawasan operasional yang lebih ketat.

Para pengamat penerbangan menilai investigasi kali ini akan menjadi perhatian internasional karena menyangkut keselamatan industri wisata udara yang menjadi salah satu penopang ekonomi lokal di kawasan Nazca.

Hasil penyelidikan diharapkan mampu mengungkap penyebab utama kecelakaan sekaligus menjadi dasar perbaikan regulasi agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Sementara itu, aktivitas wisata di kawasan Nazca diperkirakan akan berada di bawah pengawasan lebih ketat hingga proses investigasi selesai dilakukan.

Bagi masyarakat Peru, kecelakaan ini menjadi duka mendalam. Bagi dunia pariwisata internasional, tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan penerbangan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap layanan wisata udara, terutama di destinasi yang bergantung pada penerbangan berkapasitas kecil.

Baca berita nasional dan internasional lainnya hanya di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com/

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait