JurnalLugas.Com – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengumumkan bahwa kendaraan dinas seluruh pejabat di bawah Kabinet Merah Putih akan menggunakan mobil Maung buatan PT Pindad. Keputusan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusumo, yang secara konsisten mendorong penggunaan produk dalam negeri sebagai bagian dari kebijakan pemerintahannya.
Arahan Presiden Prabowo: Wujud Bangga Karya Anak Bangsa
Hasan menyampaikan bahwa kebijakan penggunaan Maung sebagai mobil dinas disampaikan Presiden Prabowo saat sesi pembekalan di Akademi Militer Magelang. “Arahan Pak Prabowo waktu retreat agar seluruh menteri, wakil menteri, dan kepala badan menggunakan mobil dinas Maung buatan Pindad,” ungkap Hasan pada Senin (28/10/2024).
Presiden Prabowo merasa bangga dengan pemilihan Maung Limosin Garuda sebagai kendaraan resmi kepresidenan. Selain itu, Hasan menekankan bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Maung telah mencapai 70%, menunjukkan tingginya keterlibatan industri lokal dalam produksi mobil ini.
Maung Garuda, Simbol Kemandirian Otomotif Nasional
Setelah dilantik sebagai Presiden RI periode 2024-2029 di Gedung DPR-MPR, Prabowo memperkenalkan varian terbaru Maung, yaitu MV3 Garuda Limousine. Kendaraan jenis SUV ini merupakan inovasi terbaru dari PT Pindad, yang tidak hanya dirancang untuk kebutuhan operasional presiden tetapi juga menjadi simbol kemandirian otomotif nasional.
Dalam wawancara bersama Liputan6, Prabowo menekankan bahwa penggunaan Maung Garuda mencerminkan penghormatan terhadap hasil karya anak bangsa. “Kehormatan dan kebanggaan kita bisa menggunakan produk sendiri,” ujar Prabowo dengan tegas.
Cita-Cita Lama: Mengutamakan Produk Lokal dalam Pemerintahan
Prabowo menjelaskan bahwa dorongan untuk menggunakan produk buatan dalam negeri sudah menjadi cita-citanya sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Kini, sebagai presiden, ia memastikan komitmen tersebut terwujud, tidak hanya di tingkat kementerian tetapi juga di tingkat daerah.
“Semua menteri, wakil menteri, direktur jenderal, hingga pejabat daerah seperti gubernur, bupati, dan wali kota sebaiknya menggunakan produk dalam negeri,” kata Prabowo.
Kebijakan ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia dan memperkuat kecintaan terhadap produk lokal. Langkah Prabowo ini diharapkan mampu memotivasi industri otomotif nasional untuk terus berinovasi sekaligus meningkatkan ketergantungan pada produk buatan sendiri.
Dengan keputusan ini, Indonesia semakin menegaskan komitmennya untuk mandiri dalam sektor otomotif, sekaligus memperkuat ekonomi nasional melalui penggunaan produk lokal. Mobil Maung tidak hanya menjadi kendaraan dinas tetapi juga simbol kedaulatan industri otomotif dalam negeri di era kepemimpinan Presiden Prabowo.






