JurnalLugas.Com – Anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), akan segera mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini bertujuan untuk memperkuat permodalan perusahaan serta memperluas ekspansi bisnis di sektor energi dan batu bara.
Dalam prospektus yang dirilis pada Selasa, 12 November 2024, AADI menawarkan sebanyak 778,68 juta saham atau setara dengan 10 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran awal di kisaran Rp4.590 hingga Rp5.900 per saham, perusahaan ini berpotensi meraup dana segar hingga Rp4,59 triliun dari Penawaran Umum Perdana (IPO).
Rencana Pencatatan Saham di BEI
Selain penawaran saham baru, AADI juga akan mencatatkan seluruh saham milik pemegang saham sebelum IPO, sebanyak 7 miliar saham biasa atas nama. Dengan demikian, total saham yang akan dicatatkan di BEI mencapai 7,78 miliar saham, atau setara dengan 100 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan setelah IPO.
Alokasi Dana IPO
Dana yang dihimpun dari IPO akan digunakan untuk sejumlah keperluan strategis perusahaan, yaitu:
- Pemberian Pinjaman kepada PT Maritim Barito Perkasa (MBP) – Sekitar 40 persen dari dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk pemberian pinjaman kepada MBP, yang merupakan anak usaha Adaro, guna mendukung investasi dan operasionalnya yang sejalan dengan peningkatan produksi batu bara grup Adaro.
- Pelunasan Pinjaman ke PT Adaro Indonesia (AI) – Sekitar 15 persen dari dana IPO akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman berdasarkan perjanjian pinjaman yang ditandatangani pada 3 Mei 2024 dengan PT Adaro Indonesia.
- Pembayaran Pinjaman kepada ADRO – Sisa dana akan dialokasikan untuk pembayaran pokok pinjaman kepada induk usaha, yaitu PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), berdasarkan perjanjian pinjaman pada 24 Juni 2024.
Jadwal IPO dan Penjamin Emisi
Penawaran umum saham AADI direncanakan berlangsung mulai 29 November hingga 3 Desember 2024. Setelah itu, tanggal penjatahan dan distribusi saham secara elektronik akan dilaksanakan pada 3 dan 4 Desember 2024. Jika semua berjalan lancar, AADI akan resmi tercatat di BEI pada tanggal 5 Desember 2024.
Dalam proses IPO ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia telah ditunjuk sebagai penjamin emisi efek untuk memastikan penawaran berjalan lancar dan optimal bagi investor serta perusahaan.
Potensi Pertumbuhan Adaro Andalan Indonesia
Melalui IPO ini, AADI berharap dapat memperkuat posisi keuangan dan daya saingnya di sektor energi yang semakin dinamis. Dukungan permodalan yang kuat diharapkan mampu mendorong AADI dalam melakukan ekspansi dan meningkatkan kapasitas operasional, sejalan dengan strategi Adaro Group untuk terus berkembang di industri pertambangan dan energi.
Dengan demikian, langkah IPO ini tidak hanya bertujuan untuk menambah modal, tetapi juga untuk memastikan kesiapan perusahaan dalam menghadapi tantangan di industri energi yang semakin kompetitif.






