JurnalLugas.Com – PT Janu Putra Sejahtera Tbk (kode saham: AYAM), perusahaan yang bergerak di sektor peternakan ayam, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,56 miliar hingga kuartal III tahun 2024. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 48,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana laba bersih hanya mencapai Rp4,42 miliar.
Peningkatan laba ini turut mendorong laba per saham dasar AYAM menjadi Rp1,64, naik dari Rp1,38 per saham pada tahun lalu.
Pendapatan Usaha Melonjak 33,70 Persen
Pendapatan usaha AYAM pada kuartal III-2024 tercatat tumbuh 33,70 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp195,03 miliar. Mayoritas pendapatan ini berasal dari penjualan ayam broiler komersial. Selain itu, ayam umur sehari (day-old chick/DOC) berkontribusi sebesar Rp31,39 miliar, diikuti oleh penjualan telur senilai Rp16,66 miliar, dan karkas ayam sebesar Rp5,75 miliar.
Beban Pokok dan Laba Operasional
Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan AYAM juga meningkat 32,12 persen yoy menjadi Rp180,39 miliar. Meski demikian, perusahaan berhasil mencatatkan laba kotor sebesar Rp14,64 miliar. Setelah dikurangi beban usaha, laba operasional AYAM mencapai Rp7,47 miliar, sedangkan laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp8,61 miliar.
Neraca Keuangan Stabil
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Minggu, 17 November 2024, total aset AYAM meningkat 3,82 persen secara year-to-date (ytd) menjadi Rp369,33 miliar. Sementara itu, liabilitas perusahaan tumbuh 4,52 persen ytd menjadi Rp162,02 miliar, dan ekuitas naik 3,27 persen ytd menjadi Rp207,31 miliar.
Namun, posisi kas perusahaan mengalami penurunan drastis sebesar 65,21 persen ytd, menyisakan saldo akhir sebesar Rp3,80 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran kepada pemasok dan pelunasan utang bank.
Prospek Bisnis
Kinerja AYAM yang solid hingga kuartal III-2024 menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam mengelola operasional dan meningkatkan pendapatan. Meski demikian, tantangan seperti penurunan posisi kas perlu mendapatkan perhatian khusus agar tidak menghambat pertumbuhan di masa mendatang.
Dengan tren positif ini, AYAM berpotensi untuk terus memperkuat posisinya di industri peternakan ayam dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.






