JurnalLugas.Com – PT MD Entertainment Tbk (FILM) mengumumkan adanya penjualan saham perseroan yang dilakukan oleh Image Frame Investment (HK) Limited, anak perusahaan Tencent. Dalam transaksi ini, Tencent melepas sebanyak 251,66 juta saham, yang setara dengan 3 persen dari total kepemilikan mereka. Informasi ini disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 22 November 2024.
Detail Transaksi Penjualan Saham
Transaksi tersebut dilakukan pada 12 November 2024 dengan harga Rp1.200 per saham. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar saham FILM pada periode yang sama, yakni di kisaran Rp3.330 per saham. Dengan harga tersebut, Tencent berhasil memperoleh dana sebesar Rp302 miliar dari hasil penjualan sahamnya.
Corporate Secretary PT MD Entertainment Tbk, Fidela Hasworini, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk merealisasikan sebagian investasi Tencent pada perusahaan.
Penurunan Kepemilikan Tencent di FILM
Setelah transaksi ini, kepemilikan Tencent di PT MD Entertainment Tbk turun menjadi 11,51 persen atau setara 1,13 miliar saham. Sebelumnya, Tencent memiliki 14,05 persen saham, yang jumlahnya mencapai 1,39 miliar saham.
Penurunan kepemilikan ini menunjukkan adanya strategi diversifikasi portofolio investasi Tencent di tengah dinamika pasar modal.
Dampak pada Harga Saham
Hingga pukul 10.34 WIB pada Jumat, 22 November 2024, saham FILM tercatat mengalami penurunan sebesar 2,79 persen dan diperdagangkan di harga Rp3.490 per saham. Penurunan ini mencerminkan respons pasar terhadap kabar pelepasan saham oleh Tencent.
Langkah pelepasan saham oleh Tencent menandai strategi perusahaan dalam mengelola investasinya di Indonesia. Meski harga transaksi jauh di bawah harga pasar, realisasi investasi ini memberikan suntikan dana segar bagi Tencent. Sementara itu, fluktuasi harga saham FILM menjadi indikator penting bagi investor untuk mencermati perkembangan selanjutnya.
Para pelaku pasar dan investor disarankan untuk terus memantau informasi terkini seputar PT MD Entertainment Tbk dan sektor media hiburan guna mengambil keputusan investasi yang tepat.






