JurnalLugas.Com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat, 22 November 2024. IHSG naik 54,66 poin atau 0,77 persen, berakhir di level 7.195,57. Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, turut menguat 10,79 poin atau 1,25 persen ke posisi 877,02.
Faktor Pendukung Penguatan IHSG
Kinerja positif IHSG pada hari ini didorong oleh reli saham-saham sektor teknologi, seiring dengan sentimen positif dari bursa global. Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut bahwa penguatan ini terinspirasi oleh tren kenaikan di pasar saham utama Eropa dan Amerika Serikat.
Pasar global menyambut baik laporan klaim pengangguran AS yang turun dari 219 ribu menjadi 213 ribu, menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja. Data ini memicu spekulasi terkait prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Presiden Fed Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menambah optimisme pasar dengan menyatakan bahwa suku bunga mungkin sedikit diturunkan. Pasar kini memperkirakan peluang 59,4 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada Desember 2024, menurut data CME FedWatch.
Dampak Stimulus Ekonomi Jepang
Sentimen positif juga datang dari Jepang, di mana Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengumumkan stimulus ekonomi senilai 140 miliar dolar AS. Langkah ini bertujuan mengatasi inflasi, meningkatkan pertumbuhan upah, dan meringankan beban hidup masyarakat Jepang.
Faktor Domestik: Surplus Neraca Pembayaran Indonesia
Dari dalam negeri, laporan triwulan III 2024 Bank Indonesia menunjukkan perbaikan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Surplus sebesar 5,9 miliar dolar AS tercatat, berbalik dari defisit 0,6 miliar dolar AS pada kuartal sebelumnya. Perbaikan ini memperkuat ketahanan eksternal Indonesia, memberikan dorongan positif bagi IHSG.
Pergerakan IHSG Sepanjang Hari
IHSG dibuka menguat dan stabil di zona hijau sepanjang sesi perdagangan. Hingga penutupan, indeks tetap bertahan di teritori positif, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek pasar saham Indonesia.
Dengan dukungan dari faktor global dan domestik, IHSG menunjukkan ketahanannya sebagai indikator utama ekonomi Indonesia di tengah dinamika pasar internasional.






