JurnalLugas.Com – Lima saham terjun tajam dan menduduki daftar top losers di Bursa Efek Indonesia sepanjang Juni 2025. Penurunan nilai saham-saham ini mencapai belasan hingga hampir 30 persen, jauh lebih dalam dibandingkan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya terkoreksi 4,05 persen dalam periode yang sama.
Posisi pertama ditempati PT MD Pictures Tbk (FILM), emiten studio perfilman yang ambruk hingga 28,46 persen sepanjang bulan ini. Aksi jual besar-besaran investor menjadi penyebab utama kejatuhan saham FILM.
Menyusul di posisi kedua, PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) emiten sektor energi mencatat penurunan 22,31 persen. Saham UNIQ turut terbebani sentimen pasar negatif terhadap prospek industri energi di tengah harga komoditas yang tidak stabil.
Emiten tambang PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) menyusul dengan koreksi 19,76 persen. Kinerja keuangan yang tertekan pada kuartal I-2025 menjadi sorotan investor. Dalam keterangannya, manajemen DOID mengakui bahwa cuaca ekstrem dan insiden keselamatan yang melibatkan pihak ketiga turut mengganggu operasional di tambang Indonesia dan Australia.
“Kinerja Grup pada kuartal pertama 2025 dipengaruhi oleh tantangan operasional besar yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berada di luar kendali kami,” ujar Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, Jumat (26/6/2025).
Menurut Iwan, volume pengupasan lapisan tanah DOID anjlok 26 persen secara tahunan menjadi 101 juta BCM. Produksi batu bara pun merosot 17 persen menjadi 18 juta ton. Pendapatan DOID turun 17 persen menjadi USD352 juta, sementara EBITDA terjun bebas 82 persen menjadi USD14 juta, dihantam beban tetap dalam masa ramp-up sejumlah proyek.
Meski demikian, DOID tetap menjaga kekuatan likuiditas dengan kas sebesar USD231 juta, dan baru saja menerbitkan Sukuk Ijarah senilai Rp2 triliun, serta memperoleh pembiayaan sindikasi USD250 juta dari BNI, Mandiri, dan BCA.
“Kami telah mengambil langkah cepat melalui efisiensi menyeluruh dan optimalisasi produktivitas proyek kunci. Hasilnya, kami mulai mencatatkan perbaikan pada kuartal kedua,” tambah Iwan.
Dua saham lainnya dalam daftar lima besar top losers adalah PT PAM Mineral Tbk (NICL) yang ambles 19,31 persen, serta PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) produsen handformer global yang terperosok 17,28 persen.
Sementara itu, IHSG ditutup melemah 4,05 persen selama Juni 2025 ke level 6.897,40 pada Kamis (26/6/2025), mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian global dan tekanan makroekonomi domestik.
Untuk berita selengkapnya dan informasi terkini seputar ekonomi dan pasar modal, kunjungi JurnalLugas.Com.






