JurnalLugas.Com – PT Multitrend Indo Tbk (BABY), emiten yang menaungi merek ritel baju anak Mothercare, tengah agresif menjajaki peluang pertumbuhan baik secara organik maupun anorganik. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar ritel anak-anak, baik di dalam maupun luar negeri.
Peluang Pertumbuhan Organik dan Anorganik
Dalam upaya pertumbuhan organik, perusahaan berfokus pada ekspansi toko baru serta penguatan portofolio merek yang sudah ada. Manajemen BABY menegaskan bahwa strategi ini bertujuan memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pengalaman konsumen.
Sementara itu, untuk pertumbuhan anorganik, BABY secara aktif mencari merek baru yang potensial untuk diakuisisi. Akuisisi ini diharapkan dapat mendongkrak kinerja bisnis melalui diversifikasi produk dan layanan.
“Kami optimistis dapat mengamankan pendanaan yang dibutuhkan untuk transaksi merger dan akuisisi, meski tetap mempertimbangkan ulang jika terdapat kendala besar dalam proses pendanaan,” ujar manajemen BABY dalam keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/11/2024).
Strategi Peningkatan Margin dan Efisiensi
Salah satu fokus utama BABY adalah memperkuat margin dengan memperluas bisnis distribusi. Perusahaan mengutamakan pengadaan lokal guna menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi. “Kami juga memprioritaskan negosiasi dengan prinsipal untuk meningkatkan margin secara signifikan,” tambah manajemen.
Model Bisnis Omni Channel yang Kuat
BABY menerapkan model bisnis omni channel, yang menggabungkan kanal online dan offline untuk menjangkau konsumen lebih luas.
- Kanal Online: Pendapatan online BABY bersumber dari situs web resmi, aplikasi mobile, serta berbagai marketplace besar seperti Tokopedia dan Shopee, dengan lebih dari 20 toko resmi. Strategi ini diperkuat dengan inovasi seperti social commerce dan fitur Chat to Shop melalui WhatsApp, yang mempermudah konsumen dalam berbelanja.
- Kanal Offline: Perusahaan juga memiliki toko fisik yang berfungsi sebagai titik distribusi utama. Penjualan offline ini tetap menjadi pilar penting dalam mendukung pengalaman belanja yang terintegrasi.
Manajemen mengungkapkan bahwa penjualan online menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan peningkatan double digit, tren yang diproyeksikan terus berlanjut di masa depan.
Kemitraan Strategis dengan Reliance
BABY juga menyoroti peluang besar dari kemitraan joint venture antara Mothercare dan Reliance, salah satu konglomerat sektor swasta terbesar di India. Kolaborasi ini memberikan dukungan finansial yang kuat sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas.
Dengan populasi besar di India dan Indonesia, khususnya di sektor baby care, kemitraan ini diyakini akan memperkuat posisi perusahaan di pasar yang berkembang pesat. “Kerja sama ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga memperluas kehadiran kami di pasar global,” tutup manajemen BABY.
Melalui kombinasi strategi pertumbuhan, efisiensi biaya, serta inovasi dalam model bisnis, PT Multitrend Indo Tbk (BABY) optimistis dapat memanfaatkan peluang pasar secara optimal. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan profitabilitas, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan di industri ritel anak-anak.






