JurnalLugas.Com – Serangan udara zionis Israel di Jalur Gaza kembali menimbulkan korban jiwa yang signifikan, dengan setidaknya 31 warga Palestina tewas dalam insiden terbaru ini. Dilaporkan oleh kantor berita Palestina, Wafa, pada Senin (16/12/2024), serangan mematikan tersebut terjadi pada Minggu (15/12/2024) dan menyasar sejumlah lokasi, termasuk sekolah serta kamp pengungsian.
Serangan di Khan Younis: Sekolah UNRWA Hancur
Salah satu serangan udara terjadi di sebelah barat Khan Younis, Gaza Selatan. Serangan ini menargetkan sebuah gedung sekolah milik Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA). Sekolah tersebut berfungsi sebagai tempat penampungan bagi para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik berkepanjangan.
Akibat serangan ini, 20 orang tewas, termasuk anak-anak. Selain itu, beberapa korban lainnya mengalami luka-luka, sehingga memicu kecaman dari berbagai pihak atas tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional.
Korban Jiwa di Kota Gaza dan Kamp Nuseirat
Serangan udara lainnya dilaporkan menghantam dua rumah di wilayah timur Kota Gaza. Serangan ini menewaskan enam orang, termasuk anak-anak, serta menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur di sekitarnya.
Sementara itu, di kamp pengungsian Nuseirat yang terletak di Gaza Tengah, serangan serupa menewaskan lima orang dan melukai 13 lainnya. Kamp ini selama bertahun-tahun menjadi tempat berlindung bagi ribuan warga Palestina yang mengungsi akibat konflik, tetapi kini justru menjadi sasaran serangan udara.
Dampak Serangan dan Tanggapan Internasional
Serangan yang menyasar fasilitas sipil seperti sekolah dan kamp pengungsian ini menuai kecaman dari berbagai organisasi kemanusiaan internasional. Mereka menyerukan penghentian segera kekerasan di Gaza dan meminta semua pihak mematuhi hukum humaniter internasional.
Situasi di Jalur Gaza terus memburuk, dengan meningkatnya jumlah korban sipil dari kedua belah pihak. Tindakan kekerasan seperti ini tidak hanya memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah ada, tetapi juga menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi warga Palestina yang tinggal di wilayah konflik.
Tragedi yang terjadi di Jalur Gaza mencerminkan betapa mendesaknya kebutuhan akan penyelesaian konflik secara damai. Serangan terhadap fasilitas sipil seperti sekolah dan kamp pengungsian merupakan pelanggaran serius yang tidak hanya menghancurkan nyawa, tetapi juga masa depan generasi muda Palestina.
Dunia internasional diharapkan dapat mengambil langkah nyata untuk menekan kedua belah pihak menghentikan kekerasan, melindungi warga sipil, serta memajukan solusi damai yang berkeadilan.






