BYD Beri Klarifikasi atas Dugaan Perbudakan Pekerja China di Camacari Bahia Brasil

JurnalLugas.Com – Perusahaan otomotif asal China, Build Your Dreams (BYD), memberikan tanggapan resmi terkait dugaan eksploitasi pekerja China dalam pembangunan pabrik kendaraan listrik di Brasil. Kasus ini mencuat setelah Kementerian Tenaga Kerja Brasil menyampaikan temuan terkait kondisi kerja yang tidak manusiawi di proyek tersebut.

Kronologi Kejadian

Pembangunan pabrik BYD di Camacari, negara bagian Bahia, melibatkan subkontraktor Jinjiang Construction Brazil Ltda. Berdasarkan laporan otoritas setempat, ditemukan indikasi bahwa pekerja hidup dalam kondisi yang menyerupai perbudakan. Paspor para pekerja ditahan, sebagian besar gaji mereka tidak dibayarkan, dan fasilitas akomodasi sangat tidak layak.

Bacaan Lainnya

Laporan tersebut mengungkap adanya korban yang bekerja tanpa henti selama 25 hari berturut-turut sebelum mengalami kecelakaan. Selain itu, salah satu lokasi tempat tinggal pekerja hanya menyediakan satu kamar mandi untuk setiap 31 pekerja, dan banyak tempat tidur tanpa kasur. Akibatnya, pekerja harus bangun pukul 4 pagi demi antrean panjang untuk bersiap bekerja.

Baca Juga  BYD Rilis Mobil Hybrid Plug-In PHEV Model Qin L DM-i dan Seal 06 DM-i dengan Jangkauan 2000 Km Cuma Segini Harganya

Respons BYD

Menanggapi temuan ini, BYD Auto do Brasil menegaskan bahwa pihaknya tidak mentoleransi pelanggaran hukum maupun perlakuan tidak manusiawi terhadap pekerja. Alexandre Baldy, Wakil Presiden Senior BYD Brasil, menyatakan bahwa perusahaan telah memutus kontrak dengan Jinjiang Construction Brazil Ltda dan sedang mengevaluasi langkah hukum serta prosedur perusahaan yang tepat.

Selain itu, BYD memastikan semua pekerja yang terdampak akan dipindahkan ke hotel di wilayah tersebut sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk menghormati hukum Brasil dan melindungi hak pekerja.

Komitmen BYD

Sebagai salah satu produsen kendaraan listrik terkemuka dunia, BYD menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial. Langkah cepat untuk mengakhiri kontrak dengan subkontraktor yang melanggar menjadi bukti konkret atas upaya perusahaan menjaga integritas operasionalnya.

Baca Juga  Wang Chuanfu BYD Targetkan Penjualan 5,5 Juta Mobil Listrik pada 2025

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap subkontraktor dalam proyek besar, khususnya yang melibatkan pekerja asing. BYD mengklaim akan terus memastikan semua kegiatan operasionalnya mematuhi hukum lokal serta menghormati martabat pekerja.

Insiden ini mencoreng reputasi industri kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat, khususnya di pasar global seperti Brasil. Namun, tindakan tegas BYD dalam menangani kasus ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap komitmen perusahaan.

Untuk informasi lebih lengkap dan berita terkait otomotif, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait