JurnalLugas.Com – Perusahaan otomotif asal China, BYD, menargetkan penjualan 5,5 juta kendaraan listrik pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, lebih dari 800 ribu unit akan diekspor ke berbagai pasar global. Ambisi besar ini disampaikan oleh Ketua dan Presiden BYD, Wang Chuanfu, kepada para analis dalam sebuah pertemuan pekan ini.
Pada tahun 2024, BYD mencatatkan penjualan sebanyak 4.272.145 unit kendaraan, dengan ekspor mencapai 417.204 unit. Pertumbuhan signifikan ini menunjukkan dominasi BYD dalam industri kendaraan listrik, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.
Strategi Agresif untuk Mencapai Target
Media lokal China melaporkan bahwa karyawan dan dealer BYD mungkin akan menerima target penjualan yang lebih agresif untuk mendukung pencapaian ambisi perusahaan. Untuk mewujudkan target tersebut, BYD merencanakan peluncuran 20 model baru sepanjang tahun 2025. Saat ini, perusahaan telah memiliki 21 model kendaraan listrik yang beredar di pasar.
Pada bulan ini saja, BYD telah menggelar enam acara peluncuran mobil baru. Beberapa model yang diperkenalkan meliputi SUV listrik Sealion 05 EV dan sedan listrik Qin L EV. Langkah ini menunjukkan komitmen BYD dalam menghadirkan inovasi terbaru guna memperkuat posisinya di industri otomotif global.
Empat Merek di Bawah Naungan BYD Group
Sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya, BYD Group memiliki empat merek otomotif yang beroperasi di bawah naungannya, yaitu:
- BYD – Merek utama yang fokus pada kendaraan listrik untuk pasar massal.
- Denza – Brand premium hasil kolaborasi dengan Mercedes-Benz.
- Yangwang – Merek yang menghadirkan kendaraan listrik kelas atas dengan teknologi canggih.
- Fang Cheng Bao – Fokus pada kendaraan listrik dengan performa tinggi dan desain futuristik.
Dengan strategi ekspansi yang agresif dan inovasi produk yang berkelanjutan, BYD semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam industri kendaraan listrik global.
Untuk berita otomotif terbaru lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






