Kementan Dorong Swasembada Pertanian Lewat KUR Rp300 Triliun Untuk Petani

JurnalLugas.Com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong sektor pertanian untuk mencapai swasembada pangan nasional. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memastikan tersedianya Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp300 triliun yang akan disalurkan melalui perbankan Himpunan Bank Negara (Himbara).

Anggaran besar ini bertujuan untuk mendukung para petani dan pengusaha dalam meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta Rice Milling Unit (RMU).

Bacaan Lainnya

Dukungan Nyata untuk Petani dan Pengusaha

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa dari total anggaran KUR, sebesar 3 persen dialokasikan khusus untuk alsintan dan RMU. Program ini dirancang untuk mempermudah petani mendapatkan akses permodalan, termasuk kredit tanpa agunan hingga Rp100 juta.

“Jumlahnya Rp300 triliun KUR secara nasional, dan 3 persen di antaranya untuk alsintan, termasuk di dalamnya ada RMU. Kalau untuk petani, sebesar Rp100 juta tanpa agunan,” ujar Amran pada Jumat, 3 Januari 2025.

Baca Juga  Tabel Angsuran KUR Kecil BRI 2026 Rp10 Juta–Rp100 Juta, Tips UMKM Sebelum Ajukan Pinjaman

Langkah ini diputuskan setelah melalui rapat intensif dengan Himbara dan para pengusaha penggilingan padi. Mentan menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat swasembada pangan di Indonesia.

Percepatan Swasembada dan Peningkatan Produksi

Kementan optimis bahwa kemudahan akses pembiayaan ini akan mempercepat target swasembada nasional. Bulog pun dipastikan siap menyerap hasil panen besar yang diproyeksikan Badan Pusat Statistik (BPS) akan terjadi pada Januari, Februari, dan Maret mendatang.

Selain itu, Mentan meminta Perpadi (Persatuan Penggilingan Padi dan Beras Indonesia) di seluruh daerah untuk memaksimalkan penyerapan KUR dan hasil panen raya para petani. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan pada keberlangsungan usaha penggilingan padi dan kesejahteraan petani di berbagai wilayah Indonesia.

Dukungan dari Pengusaha Penggilingan Padi

Inisiatif ini disambut baik oleh pengusaha yang tergabung dalam Perpadi. Nurkat Hadi Kusumo, anggota Perpadi Jawa Barat, mengapresiasi langkah cepat Mentan dalam memberikan solusi bagi pengusaha dan petani.

“Saya sangat senang Pak Menteri bukan orang yang suka basa-basi. Beliau tegas dan memahami kebutuhan kami, terutama dalam membuka akses KUR untuk membantu petani meningkatkan produksi,” ujar Nurkat.

Baca Juga  Bulog Sumut Genjot Penyerapan 16.300 Ton Beras Petani Jual GKP Sesuai HPP

Ketua DPD Perpadi Aceh, Darmawan, juga mengungkapkan optimismenya. Ia berharap program ini mampu membangkitkan semangat petani di Aceh untuk mendukung peningkatan produksi nasional.

“Saya rasa solusi ini, jika terealisasi dengan baik, akan menghidupkan kembali gairah pertanian di Aceh. Kami optimis dapat berkontribusi pada swasembada pangan nasional,” kata Darmawan.

Langkah Kementan dalam mengalokasikan KUR Rp300 triliun merupakan bentuk perhatian serius pemerintah terhadap kemajuan sektor pertanian di Indonesia. Program ini tidak hanya memperkuat sektor produksi, tetapi juga membuka peluang kesejahteraan yang lebih besar bagi petani dan pengusaha. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, target swasembada pangan nasional diharapkan dapat terwujud lebih cepat.

Untuk informasi lebih lanjut tentang berita dan perkembangan seputar pertanian, kunjungi JurnalLugas.com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait