JurnalLugas.Com – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan pencabutan suspensi atas saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) mulai Senin, 6 Januari 2025. Keputusan ini memberikan peluang baru bagi investor untuk kembali memperdagangkan saham emiten logistik ini. Namun, sesuai regulasi BEI, KJEN akan ditempatkan sementara di Papan Pemantauan Khusus (PPK) dan diperdagangkan dengan mekanisme full periodic call auction (FCA) selama tujuh hari pertama.
Apa Itu Mekanisme Full Periodic Call Auction (FCA)?
Mekanisme FCA adalah sistem perdagangan khusus yang digunakan oleh BEI untuk memastikan transparansi dan stabilitas dalam transaksi saham yang diawasi ketat. Dalam sistem ini:
- Tidak ada bid dan offer seperti pada perdagangan reguler.
- Orderbook akan digantikan oleh Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV).
- Investor dapat melakukan transaksi selama lima sesi perdagangan setiap hari.
Alasan Masuk PPK dan FCA
Saham KJEN terkena kategori 10, yaitu suspensi lebih dari satu hari akibat aktivitas perdagangan saham yang tidak wajar. Suspensi ini berlaku sejak 30 Desember 2024 setelah terjadi peningkatan kumulatif pada harga saham KJEN. Langkah ini diambil untuk mencegah spekulasi yang dapat merugikan investor.
Menurut catatan terbaru, harga saham KJEN berada di level Rp206 per saham, yang memberikan sinyal bahwa emiten ini masih menarik perhatian pasar meskipun berada dalam pengawasan ketat.
Potensi Dampak pada Investor
Meski berada di PPK, pencabutan suspensi membuka kembali peluang investasi di saham KJEN. Investor yang memahami mekanisme FCA dapat memanfaatkan kondisi ini untuk mengambil keputusan berdasarkan IEP dan IEV yang ditampilkan. Namun, investor disarankan untuk berhati-hati dan tetap mempertimbangkan risiko yang ada.
Pencabutan suspensi saham KJEN merupakan langkah positif bagi emiten dan investor. Namun, statusnya di PPK dengan mekanisme FCA menuntut pemahaman mendalam dari pelaku pasar. Investor yang ingin bertransaksi saham ini disarankan untuk mengikuti perkembangan lebih lanjut dan memastikan keputusan investasi didasarkan pada data yang valid.
Untuk informasi lebih lanjut dan analisis mendalam, kunjungi JurnalLugas.Com.






