JurnalLugas.Com – Presiden Panama, Jose Raul Mulino, mempertimbangkan untuk membawa isu terkait retorika Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, ke Dewan Keamanan PBB. Langkah ini dapat menjadi respons tegas jika Trump terus menekan Panama terkait pengelolaan Terusan Panama. Informasi ini dilaporkan oleh harian Politico, mengutip pernyataan mantan Presiden Panama, Ernesto Balladares.
Tanggapan Tegas Panama
Dalam pertemuan pribadi, Balladares menyebut bahwa Presiden Mulino tidak akan tinggal diam jika retorika Trump berlanjut setelah pelantikannya pada 20 Januari 2025. Menurut Balladares, Mulino siap mengambil langkah diplomatik lebih lanjut untuk melindungi kepentingan nasional Panama.
Tuduhan Trump terhadap Panama
Trump sebelumnya menuduh Panama melanggar perjanjian dengan Washington dan mengenakan tarif yang terlalu tinggi pada kapal-kapal Angkatan Laut AS. Pada 22 Desember 2024, Trump mengungkapkan rencananya untuk menuntut pengembalian kontrol atas Terusan Panama kepada Amerika Serikat. Ia menyebut tingginya biaya transit di kanal tersebut membebani perdagangan dan operasi militer AS.
Terusan Panama: Pusat Perdebatan
Terusan Panama merupakan jalur strategis yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, memainkan peran penting dalam perdagangan global dan operasi militer AS. Namun, sejak 1999, Panama telah mengelola terusan tersebut secara mandiri berdasarkan Perjanjian Torrijos-Carter. Upaya untuk merebut kembali kontrol terusan ini berpotensi memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara.
Potensi Eskalasi di PBB
Jika Donald Trump tetap bersikeras dengan retorikanya, Panama berpotensi mengajukan isu ini ke Dewan Keamanan PBB. Langkah ini akan menjadi ujian penting bagi hubungan internasional kedua negara serta memperlihatkan sejauh mana dukungan global terhadap Panama sebagai pengelola sah Terusan Panama.
Dengan situasi yang semakin kompleks, dunia akan mengamati bagaimana Panama dan Amerika Serikat menyelesaikan ketegangan ini. Sebuah solusi diplomatik akan menjadi kunci untuk mencegah konflik lebih lanjut.
Untuk informasi lebih lanjut terkait berita diplomasi internasional, kunjungi JurnalLugas.com.






