JurnalLugas.Com – Pada penutupan perdagangan Selasa, 11 Februari 2025, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan sebesar 26 poin atau 0,16 persen, ditutup pada level Rp16.364 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi sebelumnya di Rp16.338 per dolar AS.
Pelemahan rupiah juga tercermin dalam Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI). Pada hari yang sama, JISDOR tercatat di level Rp16.380 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.350 per dolar AS.
Faktor Penyebab Melemahnya Rupiah
Sejumlah faktor eksternal dan domestik masih memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Salah satu faktor utama adalah penguatan dolar AS, yang didorong oleh kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed).
Selain itu, ketidakpastian global akibat perlambatan ekonomi di China, serta gejolak geopolitik di beberapa wilayah dunia, turut memengaruhi sentimen pasar keuangan. Investor asing cenderung mengalihkan dana ke aset yang lebih aman, seperti dolar AS, sehingga melemahkan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dari faktor internal, kinerja ekspor Indonesia masih menghadapi tantangan akibat penurunan permintaan global, sementara inflasi domestik tetap harus diwaspadai.
Proyeksi Rupiah ke Depan
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah pada tahun 2025 akan berada di kisaran Rp15.300 – Rp15.700 per dolar AS, dengan asumsi adanya pelonggaran kebijakan moneter dari The Fed serta masuknya aliran modal asing ke Indonesia.
Namun, hingga Februari 2025, rupiah masih bertahan di atas Rp16.000 per dolar AS, menandakan bahwa tekanan eksternal masih cukup kuat.
Untuk periode 5-11 Februari 2025, Kementerian Keuangan menetapkan kurs pajak sebesar Rp16.286 per dolar AS, sedikit lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya yang berada di level Rp16.357 per dolar AS.
Meskipun ada optimisme terhadap potensi penguatan rupiah, faktor eksternal seperti kebijakan moneter global dan ketidakpastian ekonomi masih menjadi tantangan. Pelaku pasar dan masyarakat diharapkan tetap mencermati perkembangan ekonomi serta kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan ekonomi dan analisis keuangan terbaru, kunjungi JurnalLugas.Com.






