JurnalLugas.Com – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, mengadakan pertemuan strategis dengan PT Philips Indonesia Commercial untuk membahas rencana investasi di bidang teknologi kesehatan.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, serta Chief of International Region of Philips, Ozlem Fidance, bersama manajemen Philips Indonesia.
Investasi Philips dalam Teknologi Kesehatan
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada 4 Maret 2025 tersebut, Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa Philips berencana melakukan investasi di sektor manufaktur teknologi kesehatan. Investasi ini akan berfokus pada pengembangan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
“Kami membahas terkait rencana investasi yang akan dilakukan Philips di bidang manufaktur teknologi kesehatan, yang berfokus pada inovasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan,” ujar Todotua, Rabu (5/3/2025).
Dukungan Penuh untuk Pembangunan Berkelanjutan
Todotua menegaskan bahwa pemerintah mendukung penuh investasi Philips di Indonesia. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan yang berkelanjutan, khususnya di sektor kesehatan.
“Sebagai Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, saya mendukung langkah investasi yang akan dilakukan Philips untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Prancis Juga Tertarik Berinvestasi di Energi Terbarukan
Selain Philips, minat investasi asing di Indonesia juga datang dari Prancis. Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengajak 35 delegasi perusahaan asal Prancis yang tergabung dalam asosiasi pengusaha internasional dari Prancis (MEDEF) untuk berinvestasi di sektor energi baru terbarukan (EBT).
Ajakan ini bukan tanpa alasan. Indonesia memiliki potensi EBT sekitar 3.700 gigawatt, namun baru 1 persen yang dimanfaatkan, atau sekitar 13,08 gigawatt. Dengan dukungan investasi asing, pengembangan sektor ini diharapkan bisa lebih optimal untuk mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia.
Rencana investasi Philips di sektor teknologi kesehatan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, yang melihat langkah ini sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan. Selain itu, minat investasi dari perusahaan Prancis di sektor energi terbarukan juga menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan potensi EBT yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai investasi dan peluang bisnis di Indonesia, kunjungi JurnalLugas.Com.






