JurnalLugas.Com – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Kota Sibolga dan sekitarnya pada Minggu, 9 Maret 2025, pukul 14:31 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa pusat gempa ini berhubungan langsung dengan aktivitas Sesar Besar Sumatera pada segmen Toru.
Gempa Dangkal Akibat Aktivitas Tektonik
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman gempa, kejadian ini tergolong sebagai gempa bumi dangkal.
“Dari hasil analisis, gempa ini terjadi akibat adanya pergerakan pada Sesar Besar Sumatra di segmen Toru,” ungkap Hendro.
Dampak Gempa di Berbagai Wilayah
Guncangan akibat gempa ini dirasakan cukup kuat di beberapa daerah. Berdasarkan laporan masyarakat, berikut adalah tingkat intensitas getaran berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity):
- Pinangsori dan Kota Sibolga: Skala intensitas III – IV MMI (orang banyak dalam rumah merasakan getaran, beberapa orang di luar juga merasakannya, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik, serta dinding berbunyi).
- Kota Padang Sidempuan: Skala intensitas III MMI (getaran terasa nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas).
Meskipun getaran cukup dirasakan oleh warga, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Belum Ada Gempa Susulan, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di wilayah tersebut. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya gempa susulan yang berpotensi membahayakan.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan gempa dan mitigasi bencana, silakan kunjungi JurnalLugas.com.






