JurnalLugas.Com –
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto atas kesediaannya menjalani wawancara eksklusif bersama enam pemimpin redaksi media nasional. Sikap ini dinilai mencerminkan jiwa besar dan komitmen kuat terhadap keterbukaan serta penghargaan terhadap kritik yang konstruktif.
Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, menyatakan bahwa pertemuan ini bukan sekadar sesi tanya-jawab, melainkan simbol dari iklim demokrasi yang sehat dan inklusif. “Kita menyaksikan kebesaran jiwa untuk mendengar kritik dan memberikan jawaban yang solid atas pertanyaan para pemred. Pertemuan ini memperlihatkan pemerintah tidak antikritik dan membuka ruang kebebasan pers dan kebebasan berpendapat,” ujar Andy pada Rabu (9/4).
Lebih lanjut, Andy menekankan bahwa kegiatan tersebut secara langsung membantah tudingan miring terhadap pemerintahan Prabowo yang disebut-sebut menekan kebebasan berekspresi.
“Anggapan-anggapan tersebut dengan sendirinya terbantahkan dan tidak valid. Jadi, sekali lagi, PSI mengapresiasi Presiden Prabowo dan berharap tradisi baik seperti ini berlanjut,” tegasnya.
Sesi wawancara sendiri berlangsung pada Senin (7/4) di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang. Selama hampir tiga jam, enam pemimpin redaksi dari media terkemuka di Indonesia melontarkan berbagai pertanyaan tajam yang dijawab secara lugas dan terbuka oleh Presiden Prabowo. Momen ini sekaligus menjadi preseden penting bagi praktik keterbukaan informasi di pemerintahan mendatang.
Langkah ini menunjukkan bahwa Prabowo tidak hanya siap memimpin, tetapi juga siap mendengar. Tradisi semacam ini diharapkan menjadi standar baru bagi komunikasi publik antara pemimpin dan masyarakat, terutama melalui media sebagai pilar keempat demokrasi.
Untuk informasi dan berita terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com






