Viral Siti Mawarni Duga Labura Sarang Sabu di Sumut, BNN Kami Sudah Bekerja

JurnalLugas.Com — Fenomena lagu viral di media sosial kembali menarik perhatian publik setelah dikaitkan dengan pengungkapan kasus narkotika di Sumatera Utara. Badan Narkotika Nasional mengungkap peredaran sabu di Kabupaten Labuhan Batu Utara yang salah satunya dipicu respons cepat terhadap keresahan masyarakat melalui lagu “Siti Mawarni”.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Roy Hardi Siahaan menjelaskan lagu tersebut berisi keluhan masyarakat terkait maraknya peredaran narkoba dan keberadaan bandar sabu di wilayah Sumatera Utara.

Bacaan Lainnya

“Di dalam lagu itu disebutkan keresahan masyarakat soal narkoba di salah satu wilayah Labuhan Batu, dan itu kami respons,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.

BNN kemudian melakukan Operasi Sapu Bersih Narkoba atau Operasi Saber Bersinar di kawasan Aek Kanopan Timur, Labuhan Batu Utara pada 13 Mei 2026.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial RT. Selain itu, aparat juga mengidentifikasi sosok pengendali jaringan berinisial WW yang kini telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Baca Juga  BNN Kepri dan TNI AL Bongkar Penyelundupan 1,9 Ton Kokain dan Sabu Masuk Lewat Batam

Menurut Roy, WW tidak hanya diburu terkait kasus narkotika, tetapi juga dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan aktivitas peredaran sabu.

Petugas turut menyita sejumlah paket sabu siap edar dengan total berat hampir satu gram. Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan adanya pola pembagian peran antara pengendali jaringan dan penjaga lapak dalam menjalankan bisnis narkotika di wilayah tersebut.

Meski kasus ini ramai dikaitkan dengan viralnya lagu “Siti Mawarni”, BNN menegaskan penindakan bukan semata karena tekanan media sosial.

Roy memastikan pihaknya selama ini tetap aktif melakukan operasi pemberantasan narkoba di Sumatera Utara maupun wilayah lainnya.

“Bukan karena viral baru bekerja. Kami tetap bergerak, tetapi lagu itu menjadi salah satu bentuk aspirasi masyarakat yang kami respons cepat,” katanya.

Lagu “Siti Mawarni” sendiri belakangan ramai digaungkan di media sosial karena menggambarkan keresahan warga terhadap maraknya peredaran sabu di Sumut. Potongan lirik yang menyebut bandar sabu hidup kaya sementara masyarakat resah menjadi perhatian publik luas.

Baca Juga  Gembong Narkoba Johann Gregor WN Australia Jaringan Asia Berhasil Dibekuk BNN di Cebu Filipina

Selain pengungkapan di Labuhan Batu Utara, BNN juga mencatat hasil besar dalam Operasi Saber Bersinar 2026 yang digelar sepanjang April hingga Mei.

Dalam operasi nasional tersebut, aparat berhasil menangkap 31 tersangka dan menyita berbagai jenis narkotika, mulai dari sabu, ganja, ekstasi, ketamin, hingga etomidate.

BNN memperkirakan operasi itu telah menyelamatkan lebih dari 353 ribu jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba dengan nilai ekonomi barang bukti mencapai ratusan miliar rupiah.

Pengamat sosial menilai fenomena lagu viral yang berisi kritik sosial menunjukkan masyarakat kini semakin aktif menyuarakan persoalan lingkungan melalui media digital. Respons cepat aparat terhadap aspirasi tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam membangun kepercayaan publik.

Ikuti berita kriminal, hukum, dan nasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait