JurnalLugas.Com – Dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya sebagai pemimpin yang berpihak pada rakyat kecil. Di hadapan ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan mereka yang tak pernah padam, bahkan sejak awal perjalanan politiknya.
“Saya merasa menjadi Presiden untuk buruh, petani, nelayan, dan orang-orang kecil. Saya ingin menyampaikan bahwa pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja sekuat tenaga demi menghapus kemiskinan dari bumi Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya yang disambut sorakan antusias dari para peserta aksi, Kamis (1/5/2025).
Prabowo mengaku bahwa dukungan buruh telah menjadi semangat tersendiri dalam perjuangan politiknya. Ia mengungkapkan bahwa sejak pertama kali mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden, kelompok buruh selalu berada di barisan pendukungnya.
“Lima kali saya maju Pilpres. Empat kali kalah. Tapi saudara-saudara tidak pernah meninggalkan saya. Dukungan buruh selalu hadir, dan akhirnya yang kelima kita menang,” kata Prabowo disambut teriakan “Prabowo! Prabowo!” dari massa buruh yang memadati area Monas.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anak-anak Indonesia yang kelaparan atau tidak bisa mengenyam pendidikan. Ia berjanji menghadirkan sekolah gratis, akses kesehatan yang mudah, dan pengobatan murah bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Selama saya memimpin, tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak bisa sekolah. Kesehatan akan kami gratiskan, dan kami pastikan biaya berobat sangat terjangkau,” tegasnya.
Rekam jejak politik Prabowo memang panjang. Ia pernah mengikuti konvensi capres Partai Golkar pada 2004, menjadi cawapres Megawati Soekarnoputri di 2009, hingga tiga kali mencalonkan diri sebagai capres pada Pilpres 2014, 2019, dan akhirnya menang pada Pilpres 2024 bersama Gibran Rakabuming Raka.
Meski berkali-kali kalah, Prabowo tetap mengingat siapa yang selalu setia di belakangnya. “Tanpa buruh, saya mungkin tidak akan sampai di titik ini,” tutupnya penuh haru.
Baca berita politik dan nasional lainnya hanya di JurnalLugas.com






