JurnalLugas.Com – Pemerintah Inggris tengah menjajaki kemungkinan memberikan pengakuan resmi terhadap negara Palestina, bekerja sama dengan Prancis dan Arab Saudi. Hal ini diungkap langsung oleh Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy.
Dalam keterangannya di hadapan Komite Urusan Internasional House of Lords, Lammy menyatakan bahwa pembahasan mengenai pengakuan Palestina masih berlangsung secara intensif. “Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menyuarakan hal ini dalam beberapa kesempatan, termasuk dalam diskusi bersama pihak Arab Saudi. Kami kini tengah berdiskusi aktif dengan mereka,” ujar Lammy.
Meski belum menentukan waktu yang pasti, Inggris menegaskan bahwa langkah pengakuan tersebut akan diambil bukan sekadar untuk simbolisme politik, melainkan harus memberikan dampak nyata di lapangan.
Lammy pun menyampaikan kekhawatirannya terhadap pengakuan yang telah diberikan oleh sejumlah negara Eropa baru-baru ini. Menurutnya, langkah tersebut “tidak menghasilkan dampak signifikan” terhadap dinamika konflik dan kondisi rakyat Palestina.
Sementara itu, dalam upaya mendukung rakyat Palestina, Inggris telah mengalokasikan dana bantuan kemanusiaan sebesar 101 juta pound sterling atau setara dengan Rp2,2 triliun. Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat dukungan kemanusiaan dan memperbaiki kondisi yang memburuk akibat konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Di sisi lain, Prancis bersama Arab Saudi juga mengambil langkah strategis dengan merencanakan konferensi internasional di New York pada bulan Juni mendatang. Konferensi ini akan difokuskan pada upaya memperkuat prospek pengakuan negara Palestina oleh komunitas global.
Isu pengakuan Palestina kembali mencuat sebagai bagian dari dorongan internasional menuju solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan, di tengah meningkatnya tekanan global terhadap penyelesaian konflik Israel-Palestina.
Baca berita selengkapnya dan informasi terkini lainnya hanya di JurnalLugas.com.






