JurnalLugas.Com – CEO Tesla, Elon Musk, angkat bicara menanggapi laporan yang menyebut dirinya tengah terancam kehilangan posisi puncaknya di perusahaan mobil listrik terkemuka tersebut. Musk mengecam keras laporan Wall Street Journal yang mengklaim Dewan Direksi Tesla sempat mempertimbangkan untuk menggantinya pada Maret 2025.
“Ini adalah pelanggaran etika yang sangat buruk. Mereka sengaja menerbitkan artikel palsu,” tegas Musk melalui platform media sosial X miliknya. Ia juga menyoroti bahwa media tersebut tidak mencantumkan bantahan resmi dari Dewan Direksi Tesla.
Laporan Wall Street Journal menyatakan bahwa sejumlah anggota dewan Tesla dilaporkan telah menghubungi beberapa firma rekrutmen eksekutif, berdasarkan informasi dari narasumber anonim. Dugaan itu langsung ditepis oleh Ketua Dewan Tesla, Robyn Denholm.
“Elon Musk memiliki dukungan penuh dari dewan. Tidak ada pembahasan atau rencana untuk menggantikannya. Kami percaya penuh pada kemampuannya dalam memimpin pertumbuhan Tesla ke depan,” ujar Denholm dalam pernyataan resminya.
Spekulasi seputar kepemimpinan Musk mencuat setelah muncul kekhawatiran dari kalangan investor mengenai keterlibatan Musk dalam urusan pemerintahan Amerika Serikat. Sebagian pemegang saham menilai fokus Musk terhadap Tesla mulai berkurang, terutama setelah perusahaan mencatatkan penurunan laba hingga 71 persen pada kuartal pertama 2025.
Selain tekanan internal, Tesla juga sedang menghadapi tantangan eksternal, termasuk boikot konsumen terkait kedekatan Musk dengan pemerintahan AS serta dampak dari meningkatnya tensi perang dagang global yang mempengaruhi rantai pasokan otomotif.
Musk sendiri telah berkomitmen untuk mengalihkan kembali fokusnya ke Tesla, menyadari pentingnya kepemimpinan yang kuat dalam menghadapi masa-masa sulit ini.
Baca berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.com.






