JurnalLugas.Com – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, dikabarkan telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (IPO) secara diam-diam kepada regulator di Amerika Serikat. Langkah ini langsung memicu spekulasi bahwa IPO tersebut berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal global.
Mengutip laporan The Wall Street Journal, pengajuan dilakukan secara rahasia atau confidential filing—strategi yang kerap digunakan perusahaan besar untuk menguji minat pasar sebelum resmi melantai di bursa. SpaceX diperkirakan akan mencatatkan sahamnya pada Juli 2026.
Target Dana Fantastis, Tembus USD75 Miliar
IPO SpaceX diproyeksikan mampu menghimpun dana hingga USD75 miliar atau setara lebih dari Rp1.200 triliun. Jika terealisasi, angka ini akan melampaui rekor IPO sebelumnya yang dipegang oleh Saudi Aramco pada 2019 dengan raihan USD25,6 miliar.
Tak hanya itu, valuasi SpaceX diprediksi akan melonjak hingga lebih dari USD1,75 triliun. Angka tersebut menempatkan perusahaan ini sejajar bahkan melampaui banyak raksasa teknologi dunia.
Strategi Senyap dan Minim Komentar
Hingga kini, pihak SpaceX belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana IPO tersebut. Sementara itu, Securities and Exchange Commission (SEC) juga memilih tidak memberikan komentar atas kabar yang beredar.
Sikap tertutup ini dinilai sebagai bagian dari strategi untuk menjaga stabilitas informasi sebelum pengumuman resmi dilakukan ke publik.
Valuasi Melesat Usai Akuisisi xAI
Lonjakan valuasi SpaceX turut didorong oleh langkah strategis perusahaan dalam mengakuisisi xAI pada awal Februari 2026. Akuisisi ini memperkuat posisi SpaceX tidak hanya di sektor antariksa, tetapi juga dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Saat ini, valuasi perusahaan disebut telah mencapai USD1,25 triliun sebelum IPO berlangsung—angka yang mencerminkan optimisme investor terhadap masa depan bisnis SpaceX.
Gelombang IPO Perusahaan AI
Selain SpaceX, dua perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan juga dikabarkan tengah bersiap untuk melantai di bursa, yakni OpenAI dan Anthropic. Tren ini menandai meningkatnya minat pasar terhadap sektor AI yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Seorang analis pasar menyebut, “Momentum IPO perusahaan teknologi saat ini sangat kuat, terutama di sektor AI dan antariksa yang dianggap sebagai masa depan industri global.”
Jika IPO SpaceX benar-benar terealisasi sesuai proyeksi, langkah ini diperkirakan akan menjadi katalis besar bagi pasar saham global, khususnya di Wall Street. Selain meningkatkan likuiditas pasar, IPO ini juga berpotensi menarik gelombang investasi baru ke sektor teknologi tinggi.
Investor global kini menanti kejelasan jadwal resmi serta rincian penawaran saham SpaceX yang diyakini akan menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam dunia keuangan modern.
Ikuti update berita ekonomi dan teknologi terbaru lainnya hanya di: https://JurnalLugas.Com
(TT)






