Harga Emas Dunia Mulai Rebound Ternyata Ini Faktor Pendorongnya

JurnalLugas.Com – Harga emas dunia mencoba menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada awal perdagangan Jumat 02 Mei 2025, pagi ini, setelah mengalami tekanan selama tiga hari berturut-turut.

Pada Jumat, 2 Mei 2025 pukul 06:00 WIB, harga emas di pasar spot tercatat naik tipis sebesar 0,3% ke level US\$ 3.237,6 per troy ons. Kenaikan ini menjadi sinyal positif setelah penurunan tajam yang membayangi pasar logam mulia sejak awal pekan.

Bacaan Lainnya

Sehari sebelumnya, harga emas sempat terperosok 1,38% ke posisi US\$ 3.227,8 per troy ons pada saat penutupan perdagangan. Secara keseluruhan, koreksi harga dalam tiga hari terakhir telah memangkas nilai emas sebesar 3,29%.

Dampak Ketidakpastian Tarif Impor AS

Tekanan terhadap harga emas dunia tidak terlepas dari sentimen global, khususnya perkembangan kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Pemerintahan Presiden Donald Trump saat ini tengah menjadi sorotan pasar terkait kebijakan tarif impor yang dinilai dapat memengaruhi arus perdagangan global.

Baca Juga  Harga Emas Pegadaian Hari Ini Galeri24 Stabil, UBS Turun Tipis

Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hasset, menyatakan bahwa pemerintah telah mencatat kemajuan dalam proses negosiasi dengan sejumlah negara mitra dagang. Ia menyebut hasil dari pembahasan tersebut akan segera diumumkan kepada publik.

Jika Amerika Serikat, sebagai kekuatan ekonomi terbesar dunia, berhasil mencapai kesepakatan dagang dengan berbagai negara, maka potensi hambatan perdagangan global bisa ditekan. Kondisi tersebut tentu akan mendukung optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi global yang lebih kuat dan stabil.

Emas Kehilangan Daya Tarik Saat Risiko Mereda

Sebagai aset yang dikenal sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian (safe haven asset), emas biasanya diminati saat pasar diliputi kekhawatiran. Namun sebaliknya, ketika prospek ekonomi membaik dan ketegangan global mereda, minat investor terhadap emas cenderung menurun.

Hal ini terlihat dari pergerakan indeks saham utama di AS. Indeks S\&P 500, misalnya, mencatatkan reli delapan hari berturut-turut sejak 23 April hingga 1 Mei 2025. Ini menjadi periode penguatan terpanjang indeks tersebut sejak Agustus tahun lalu, menandakan bahwa pelaku pasar mulai beralih ke aset yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi dalam jangka pendek.

Baca Juga  Mengapa Bank Sentral Dunia Menimbun Emas? Simak Manfaatnya untuk Cadangan Devisa

Meski harga emas mulai menguat kembali pagi ini, pelaku pasar tetap mewaspadai dinamika global yang cepat berubah. Stabilitas harga emas ke depan akan sangat ditentukan oleh arah kebijakan perdagangan dan proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

Untuk perkembangan berita ekonomi dan bisnis terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait