JurnalLugas.Com — Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier menyerukan kepada pemerintah Israel untuk segera mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Israel Isaac Herzog dalam kunjungannya ke Berlin, Senin (12/5).
Dalam konferensi pers usai pertemuan bilateral yang digelar di Istana Bellevue, Steinmeier menyoroti memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza dan mendesak Israel untuk menghentikan blokade yang menghalangi distribusi bantuan.
“Penderitaan warga sipil di Gaza sangat nyata dan menyentuh hati banyak orang, termasuk masyarakat Jerman. Saya mendesak agar bantuan kemanusiaan dapat segera masuk ke wilayah tersebut tanpa hambatan,” tegas Steinmeier.
Kunjungan Herzog ke Jerman kali ini bertepatan dengan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara. Dalam sambutannya, Steinmeier menekankan pentingnya kerja sama historis Jerman-Israel sebagai simbol rekonsiliasi dan pelajaran berharga bagi generasi mendatang.
“Kami tidak hanya memperingati enam dekade hubungan diplomatik, tetapi juga mengenang arti penting dari rekonsiliasi dua bangsa yang pernah terpecah oleh sejarah kelam,” ujar Steinmeier.
Namun, peringatan tersebut dibayangi oleh krisis kemanusiaan yang kian memburuk di Gaza. Presiden Jerman itu menegaskan pentingnya upaya bersama untuk mendorong gencatan senjata serta pembebasan seluruh sandera yang ditahan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas.
Sejak pecahnya konflik terbaru pada Oktober 2023, lebih dari 52.800 warga Palestina dilaporkan tewas, mayoritas merupakan perempuan dan anak-anak. Situasi ini menuai kecaman internasional dan telah menyeret pemimpin Israel ke meja hukum internasional.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait serangan militer yang terus berlangsung di Gaza.
Steinmeier menegaskan bahwa penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan harus menjadi prioritas semua pihak yang terlibat dalam konflik.
“Kami berharap semua pihak segera menunjukkan itikad baik untuk menyelamatkan nyawa warga sipil dan memulihkan perdamaian,” pungkasnya.
Untuk berita terkini dan liputan politik mendalam lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






