Tragedi Idul Adha di Gaza 17 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Brutal Israel

JurnalLugas.Com – Hari kedua Idul Adha yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan justru berubah menjadi duka mendalam bagi warga Jalur Gaza. Serangan udara dan tembakan brutal yang dilancarkan militer Israel pada Sabtu dini hari (waktu setempat) menewaskan sedikitnya 17 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, di wilayah selatan Gaza, tepatnya di Khan Younis dan Rafah.

Serangan ke Tenda Pengungsi di Khan Younis

Menurut laporan dari sejumlah sumber lokal Palestina, sebanyak 12 korban jiwa tercatat dalam satu serangan yang menyasar tenda-tenda pengungsi di kawasan barat Khan Younis. Empat dari korban tersebut berasal dari satu keluarga. Selain korban tewas, lebih dari 40 orang mengalami luka-luka, sebagian di antaranya dalam kondisi kritis.

Bacaan Lainnya

Tenda-tenda pengungsi yang menjadi sasaran sebenarnya merupakan tempat perlindungan sementara bagi warga sipil yang kehilangan tempat tinggal akibat agresi militer berkepanjangan.

Baca Juga  Menantu Trump Jared Kushner Tawarkan Proyek Resor Futuristik Rp1.100 Triliun Gaza, Pengusiran Warga Palestina

Penembakan Dekat Pusat Bantuan di Rafah

Secara terpisah, lima warga Palestina lainnya tewas ditembak pasukan Israel ketika tengah berada di dekat pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Rafah, selatan Gaza. Beberapa korban lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang sama.

Penembakan ini memperpanjang daftar panjang tragedi yang menimpa warga sipil ketika mereka mencoba mendapatkan bantuan pokok seperti makanan dan air bersih.

Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah

Data yang dihimpun oleh kantor berita Anadolu dari berbagai sumber Palestina mencatat bahwa sejak 27 Mei 2025, total 115 warga Palestina telah ditembak mati oleh militer Israel saat mencoba mengakses bantuan kemanusiaan. Sementara itu, jumlah korban luka telah menembus angka 580 orang, dan setidaknya 9 orang masih dinyatakan hilang.

Idul Adha yang Berdarah

Sehari sebelumnya, tepat pada hari pertama Idul Adha, setidaknya 33 warga Palestina juga dilaporkan tewas dalam serangan udara dan penembakan yang dilakukan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Peristiwa ini menjadi Idul Adha keempat yang dilalui warga Gaza dalam kondisi perang berkepanjangan yang kian tidak manusiawi. Konflik yang oleh banyak pihak disebut sebagai bentuk genosida ini telah merenggut nyawa hampir 54.700 warga Palestina, sebagian besar adalah warga sipil tak bersenjata.

Baca Juga  Presiden Nikaragua Daniel Ortega sebut Israel Pemerintah Nazi dan Pelaku Genosida serta Putuskan Diplomatik

Krisis Kemanusiaan dan Ancaman Kelaparan

Selain mengakibatkan korban jiwa, operasi militer Israel telah membuat Gaza semakin tidak layak huni. Akses terhadap makanan, air, listrik, dan layanan kesehatan sangat terbatas. Ribuan keluarga hidup di bawah ancaman kelaparan, dengan anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan.

Seruan dari berbagai organisasi kemanusiaan internasional agar Israel menghentikan aksi brutalnya dan membuka akses bantuan belum juga membuahkan hasil yang nyata.

Untuk pembaruan berita terkini dan laporan mendalam lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait