JurnalLugas.Com – Tottenham Hotspur resmi memperpanjang masa bakti Ben Davies dengan mengaktifkan klausul perpanjangan kontrak berdurasi satu tahun. Keputusan ini diumumkan pada Minggu, 8 Juni 2025, dan memastikan sang bek veteran bertahan hingga musim ke-12 bersama klub asal London Utara tersebut.
Pemain berusia 32 tahun itu menjadi sosok paling loyal di skuad Spurs saat ini. Davies pertama kali didatangkan dari Swansea City pada 2014, dan sejak itu telah mencatatkan 358 penampilan dalam semua ajang. Perjalanan panjangnya di klub mencerminkan konsistensi serta komitmen yang jarang ditemukan di era sepak bola modern.
Transformasi Posisi dan Peran Penting di Tengah Krisis Cedera
Beberapa musim terakhir, Davies mengalami perubahan peran di lapangan. Meski awalnya berposisi sebagai bek kiri, ia kini lebih sering dimainkan sebagai bek tengah kiri dalam formasi tiga bek. Adaptasinya ini menjadi aset penting bagi pelatih Ange Postecoglou selama musim 2024/2025, terutama saat dua bek utama, Micky van de Ven dan Cristian Romero, mengalami cedera.
Davies tampil dalam 23 pertandingan musim ini, membuktikan peran vitalnya meskipun tidak selalu menjadi starter utama.
Keputusan yang Sudah Direncanakan
Spekulasi soal perpanjangan kontrak Davies sudah mencuat sejak November 2024. Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa Spurs memang berencana mengaktifkan klausul tersebut, menjaga kestabilan lini belakang mereka di tengah dinamika pergantian manajer dan performa tim yang naik turun.
Davies sebelumnya menandatangani kontrak tiga tahun pada 2022 ketika Tottenham masih dilatih oleh Antonio Conte. Kini, ia bersiap memulai musim barunya di bawah manajer keenam dalam kariernya bersama Spurs, menyusul pemecatan Ange Postecoglou.
Dari Pochettino hingga Trofi Eropa
Davies direkrut oleh Mauricio Pochettino tak lama setelah manajer asal Argentina itu bergabung dengan Spurs. Ia didatangkan bersamaan dengan kiper Michel Vorm dari Swansea.
Musim ini, meski hanya menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan, Davies turut menjadi bagian dari skuad yang memenangkan final Liga Europa melawan Manchester United. Gelar tersebut menjadi trofi utama pertama bagi Tottenham dalam 17 tahun terakhir sebuah pencapaian monumental di tengah musim yang penuh tantangan.
Namun, keberhasilan di Eropa kontras dengan buruknya performa di liga domestik. Tottenham finis di posisi ke-17, catatan terburuk klub sejak era Premier League dimulai.
Untuk berita dan update eksklusif lainnya seputar sepak bola dan olahraga internasional, kunjungi JurnalLugas.Com.






