Iran akan Serang Pangkalan Militer AS Inggris dan Prancis Jika Halangi Serangan ke Israel

JurnalLugas.Com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memuncak. Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis bahwa pangkalan militer serta kapal-kapal mereka di kawasan akan menjadi target balasan jika mereka berupaya menghalangi serangan Teheran ke Israel.

Peringatan tersebut dimuat di sejumlah media lokal Iran dan dikutip oleh Reuters, yang menyebutkan bahwa respons Iran bukan sekadar gertakan, melainkan bentuk ancaman terbuka yang dapat memperluas eskalasi di kawasan. Pemerintah Iran menganggap adanya keterlibatan langsung dan tidak langsung dari negara-negara Barat dalam konflik Israel-Iran.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Iran telah menuduh Amerika Serikat terlibat dalam serangan udara yang dilancarkan Israel. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh Washington. Konflik memanas setelah Iran meluncurkan serangan balasan pada Jumat malam (13/6/2025) sebagai respons terhadap serangan Israel sehari sebelumnya.

Baca Juga  Hossein Mohebbi IRGC Ancam Buka Kejutan Militer Jika Perang Iran–AS Meledak Lagi

Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon, mengatakan bahwa Iran telah “mempersiapkan diri untuk perang” dan menyebut serangan Israel sebagai tindakan perlindungan nasional. Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menuduh Israel berusaha menghancurkan proses diplomasi dan mendorong kawasan masuk dalam konflik berskala besar.

“Mereka yang mendukung rezim ini, dengan Amerika Serikat di garis depan, harus memahami bahwa mereka terlibat,” ujar Iravani saat menyampaikan pernyataan di hadapan Dewan Keamanan PBB.
“Dengan membantu dan memungkinkan kejahatan ini, mereka berbagi tanggung jawab penuh atas konsekuensinya,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa pemerintahnya telah memberi ultimatum 60 hari kepada Iran yang berakhir pada Kamis lalu. Ultimatum tersebut berkaitan dengan tuntutan agar Teheran menghentikan peningkatan pengayaan uranium—isu krusial dalam ketegangan nuklir antara kedua negara.

Baca Juga  Perang Dunia Pecah? Israel Bombardir Lebanon Usai Roket Hizbullah Hantam Wilayah Utara

Putaran keenam perundingan antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Oman pada Minggu (15/6/2025). Namun hingga kini, belum ada konfirmasi apakah perundingan tersebut akan benar-benar terlaksana, mengingat situasi yang semakin memburuk.

Krisis yang berkembang ini menjadi perhatian global karena berisiko menyeret banyak pihak dalam konflik bersenjata terbuka di Timur Tengah. Dunia menantikan langkah diplomatik berikutnya, sembari berharap agar konflik tidak berubah menjadi perang regional besar-besaran.

Kunjungi berita terkini dan laporan mendalam lainnya hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait