JurnalLugas.Com – Pasar otomotif China kembali menunjukkan taringnya pada 2025, khususnya di segmen kendaraan listrik. Pada Minggu, 15 Juni 2025, Negeri Tirai Bambu berhasil memecahkan rekor penjualan mobil listrik dengan mencatatkan angka satu juta unit hanya dalam satu bulan. Capaian ini menandai lonjakan signifikan sebesar 33 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan naik 10 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).
Catatan tersebut bukan kali pertama China menembus angka satu juta unit. Sebelumnya, pada Agustus 2024, rekor serupa pernah dicapai. Namun, tahun ini China kian mengukuhkan diri sebagai pasar kendaraan listrik terbesar dunia dengan kontribusi sebesar 4,4 juta unit dari total 7,2 juta unit yang terjual secara global sepanjang tahun berjalan.
Global Ikut Terdorong, Mei Cetak 1,6 Juta Penjualan
Secara global, penjualan kendaraan listrik meningkat 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada bulan Mei saja, 1,6 juta unit kendaraan listrik berhasil terjual di seluruh dunia, menjadikan China sebagai negara dengan pertumbuhan paling mencolok.
Eropa Bangkit, Insentif Dorong Lonjakan
Di benua Eropa, tren kendaraan ramah lingkungan juga tumbuh positif. Periode Januari hingga Mei 2025 mencatatkan penjualan sebanyak 1,6 juta unit atau tumbuh 27 persen secara tahunan. Jerman dan Inggris menjadi pendorong utama dengan peningkatan masing-masing sebesar 45 persen dan 32 persen.
Dukungan kebijakan di Jerman yang mengarah pada insentif armada komersial memberikan potensi lonjakan signifikan karena segmen tersebut mewakili lebih dari setengah pasar mobil nasional. Spanyol pun tak ketinggalan dengan pertumbuhan 72 persen, sementara Italia mencatatkan kenaikan 58 persen.
Amerika Utara Melambat, Subsidi Dipangkas
Berbanding terbalik dengan tren global, Amerika Utara yang mencakup Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko hanya mencatatkan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik sebesar 3 persen atau sekitar 700.000 unit.
Salah satu faktor utama perlambatan ini adalah penghentian subsidi federal untuk kendaraan listrik di Kanada, yang menyebabkan penurunan penjualan hingga 20 persen. Di sisi lain, pasar Amerika Serikat tampaknya belum menunjukkan geliat signifikan akibat ketidakpastian insentif fiskal, dengan potensi keringanan pajak federal yang masih digantung hingga akhir 2025.
Dominasi China dalam pasar kendaraan listrik global semakin tak terbendung, seiring peningkatan penjualan domestik yang konsisten dan kontribusi besar terhadap total penjualan dunia. Sementara Eropa menunjukkan tren positif berkat kebijakan insentif, Amerika Utara justru tertahan oleh ketidakpastian regulasi. Dengan kondisi ini, 2025 diprediksi menjadi tahun kebangkitan kendaraan listrik secara global, dipimpin oleh kekuatan pasar Asia dan Eropa.
Baca berita otomotif dan kebijakan industri lebih lengkap hanya di JurnalLugas.Com






