JurnalLugas.Com – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) mencatat lonjakan signifikan dalam belanja modal (capital expenditure/capex) pada kuartal I-2025. Emiten otomotif ini menggelontorkan dana sebesar Rp731 miliar, naik 62 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp451 miliar.
Manajemen IMAS mengungkapkan bahwa lonjakan capex ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat lini produksi untuk berbagai merek kendaraan anyar yang mulai diperkenalkan tahun ini.
“Capex yang disiapkan adalah terutama untuk persiapan produksi dari merek-merek yang baru,” ujar manajemen IMAS pada Senin (16/6/2025).
Langkah ekspansif ini menunjukkan fokus perusahaan dalam mengantisipasi pertumbuhan penjualan di paruh kedua tahun 2025. Menurut pernyataan resmi, IMAS telah memulai produksi sejumlah model baru sejak April dan Mei 2025.
Perluas Portofolio, Tambah 7 Merek Kendaraan Listrik
Tahun ini, IMAS memperluas portofolio produknya secara signifikan. Selain menggandeng merek ternama asal Eropa seperti Citroen dan Volkswagen, serta Nissan dari Jepang, perusahaan juga membawa masuk tujuh merek kendaraan listrik dari China ke pasar Indonesia.
“Pertumbuhan pendapatan akan terjadi pada umumnya di semester kedua karena banyak produk-produk baru kita mulai produksi itu baru bulan April dan Mei tahun ini,” terang manajemen.
Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa IMAS menargetkan pangsa pasar kendaraan listrik, yang meskipun masih berkembang, menunjukkan tren positif dalam jangka menengah.
Pendapatan Tumbuh, Laba Bersih Menurun
Dalam laporan keuangan kuartal I-2025, IMAS mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,54 triliun, tumbuh 3,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari periode yang sama tahun lalu. Namun, laba bersih justru mengalami penurunan, hanya mencapai Rp5,3 miliar.
Meski demikian, pergerakan saham IMAS di pasar menunjukkan respons positif investor. Hingga Senin (16/6/2025) pukul 13:46 WIB, saham IMAS naik 0,58 persen ke level Rp860 per saham.
Dengan fondasi capex yang agresif dan peluncuran merek-merek baru, IMAS tampak optimistis menatap semester kedua 2025 sebagai momentum pertumbuhan yang lebih kuat, meski harus menghadapi tantangan pasar otomotif domestik yang melambat di awal tahun.
Baca informasi bisnis dan otomotif terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.






