Ayatollah Ali Khamenei Jejak Ulama Besar Iran Tahta Pemimpin Paling Ditakuti Dunia

JurnalLugas.Com – Ali Hosseini Khamenei bukan hanya seorang ulama besar Syiah, ia adalah simbol kekuasaan Republik Islam Iran yang ditakuti sekutu Barat. Lahir di Mashhad pada 17 Juli 1939, Khamenei tumbuh dalam lingkungan religius yang kental. Ayahnya, Ayatollah Javad Khamenei, adalah seorang ulama terkemuka keturunan Azeri-Kurd. Pendidikan agama sejak kecil mengantar Ali muda menjadi salah satu murid paling menonjol di Hauzah Ilmiyah Qom.

Khamenei dikenal sebagai murid Sayyid Ruhollah Khomeini pendiri Republik Islam Iran. Semasa muda, ia aktif dalam gerakan menentang Shah Mohammad Reza Pahlavi. Beberapa kali ia dipenjara dan diasingkan karena aktivitas politiknya yang menantang kekuasaan monarki kala itu.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  59% Warga AS Tolak Serangan ke Iran, Publik Ragukan Strategi Trump

Setelah Revolusi Iran meletus pada 1979, nama Khamenei makin diperhitungkan. Ia dipercaya sebagai Presiden Iran periode 1981–1989, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Rahbar (Pemimpin Tertinggi) menggantikan Khomeini pada 4 Juni 1989. Penunjukan ini membuat Khamenei menjadi orang paling berkuasa di Iran, memegang kendali penuh atas militer, kehakiman, hingga kebijakan luar negeri.

Kharisma dan ketegasannya dalam menghadapi Barat, terutama Amerika Serikat dan Israel, menjadikan Khamenei sebagai figur yang disegani sekaligus ditakuti. Ia kerap menyampaikan pidato keras yang mengkritik dominasi AS di Timur Tengah dan mendukung kelompok perlawanan seperti Hizbullah dan Hamas.

Menurut analis politik Timur Tengah, “Khamenei bukan hanya pemimpin spiritual, dia adalah strategi yang memahami peta konflik regional,” ungkap F.R., pakar geopolitik Iran.

Selama lebih dari tiga dekade kekuasaannya, Ayatollah Khamenei berhasil menjaga stabilitas internal Iran meski berulang kali dihadapkan pada sanksi ekonomi, serangan siber, dan pembunuhan ilmuwan nuklir negaranya. Ia juga dikenal sangat selektif dalam menentukan suksesor dan memainkan peran kunci dalam pemilihan presiden maupun Dewan Ahli.

Baca Juga  Tanker Agios Fanourios I Diizinkan Iran Lewati Selat Hormuz, Vietnam Tenang

Meski kerap dirundung kritik dari kelompok reformis dalam negeri, Khamenei tetap kokoh dengan visinya: menjaga ideologi revolusi Islam Iran tetap hidup di tengah tekanan global.

Kini, di usia 85 tahun, pengaruh Khamenei belum meredup. Bahkan, dunia menanti siapa yang akan mewarisi tahta tertinggi di negeri para Mullah itu.

Baca berita politik dan dunia lainnya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait