JurnalLugas.Com – Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah tipis pada awal perdagangan hari ini, Senin (30/6/2025). Berdasarkan data pasar spot pagi, rupiah terpantau turun 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp16.197 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.195 per dolar AS.
Pelemahan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih menahan diri jelang rilis data-data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan menjelang akhir kuartal kedua 2025. Sementara itu, laju dolar AS cenderung stabil setelah sebelumnya menguat didorong ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang bertahan lebih lama.
Analis pasar uang memproyeksikan pergerakan rupiah hari ini masih akan berada dalam rentang terbatas, dipengaruhi oleh faktor eksternal terutama dari arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan tensi geopolitik global yang belum reda.
“Investor cenderung wait and see menjelang rilis data inflasi PCE AS yang bisa jadi acuan kebijakan suku bunga berikutnya,” ungkap seorang analis dari perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (30/6).
Dari dalam negeri, stabilitas ekonomi makro Indonesia tetap menjadi penopang fundamental rupiah. Namun, tekanan dari arus modal keluar serta kebutuhan valas korporasi menjelang akhir bulan masih menjadi tantangan.
Bank Indonesia (BI) sejauh ini belum mengisyaratkan perubahan signifikan pada kebijakan moneter, dengan fokus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar valas dan Surat Berharga Negara (SBN).
Dengan pelemahan ini, pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati dinamika eksternal dan bersikap hati-hati terhadap potensi volatilitas lanjutan.
Selengkapnya kunjungi: JurnalLugas.Com






