Cinema XXI Serap Dana IPO Rp1,87 Triliun Ekspansi Lunasi Utang Sisa Rp300 Miliar

Foto : Cinema XXI

JurnalLugas.Com – Emiten pengelola jaringan bioskop terbesar di Indonesia, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau yang dikenal dengan merek Cinema XXI, mengungkapkan bahwa hingga akhir Juni 2025, perusahaan telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp1,87 triliun.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipublikasikan pada Jumat (11/7/2025), manajemen CNMA menjelaskan rincian penggunaan dana yang dihimpun dari IPO yang digelar tahun lalu. Dari total Rp2,25 triliun dana segar yang berhasil dikumpulkan, tersisa Rp300,54 miliar per 30 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Rincian Penggunaan Dana IPO

Adapun alokasi penggunaan dana tersebut terbagi ke dalam tiga pos utama. Sekitar Rp1,05 triliun telah dialokasikan untuk ekspansi bisnis, Rp500 miliar untuk pelunasan pokok utang, serta Rp320 miliar digunakan sebagai modal kerja.

Dalam dokumen keterbukaan informasi, manajemen CNMA menyatakan bahwa fokus utama penggunaan dana IPO tetap mengacu pada rencana awal perusahaan saat melantai di bursa. Ekspansi jaringan bioskop menjadi agenda prioritas.

“Kami telah menggunakan sebagian besar dana IPO untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang, khususnya pengembangan infrastruktur bioskop dengan teknologi terkini,” tulis manajemen dalam laporan tersebut.

Fokus Ekspansi: Tambah Layar dan Perkuat Teknologi

CNMA mengalokasikan 65 persen dana IPO untuk ekspansi, dengan rincian pembangunan bioskop baru serta pembelian perangkat proyeksi dan sistem suara berteknologi mutakhir. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam mempertahankan posisinya sebagai market leader di industri hiburan layar lebar nasional.

Investasi dalam teknologi diharapkan menjadi pembeda utama Cinema XXI dibandingkan kompetitor. Selain itu, pembangunan bioskop di kota-kota lapis dua dan tiga juga menjadi target ekspansi CNMA dalam beberapa tahun ke depan.

“Penambahan layar menjadi indikator penting pertumbuhan bisnis kami. Teknologi juga jadi kunci pengalaman sinematik pelanggan yang lebih imersif,” ujar perwakilan manajemen CNMA yang enggan disebutkan namanya.

Strategi Pengurangan Utang

Sekitar 20 persen dana IPO, setara Rp500 miliar, digunakan untuk pelunasan sebagian pokok pinjaman ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Pada saat IPO, total pinjaman CNMA kepada BBRI tercatat mencapai Rp1,39 triliun.

Dengan pelunasan sebagian utang tersebut, sisa kewajiban pokok CNMA terhadap BBRI menjadi Rp917,10 miliar. Langkah ini dinilai sebagai strategi penting dalam memperkuat struktur permodalan dan mengurangi beban bunga.

Pengamat pasar modal, A. Santosa, menyebut langkah tersebut cukup strategis. “CNMA menunjukkan sinyal positif kepada investor bahwa mereka tidak hanya agresif ekspansi, tapi juga berhati-hati dalam pengelolaan utang. Ini memperkuat citra keuangan perusahaan,” ujarnya.

Modal Kerja untuk Operasional Harian

Sisa 15 persen dana IPO digunakan sebagai modal kerja. CNMA menyatakan bahwa dana ini dipakai untuk pembelian barang dan jasa yang dibutuhkan untuk mendukung operasional bisnis, termasuk kegiatan promosi, distribusi film, serta peningkatan kualitas layanan pelanggan.

Walaupun porsinya tidak sebesar dana ekspansi, modal kerja ini tetap krusial dalam menjaga kelancaran kegiatan usaha sehari-hari, apalagi dalam menghadapi tantangan kompetisi dari platform digital dan OTT.

Sekilas Tentang IPO CNMA

CNMA resmi mencatatkan sahamnya di papan utama BEI pada 2 Agustus 2023, dengan kode emiten CNMA. Dalam aksi korporasi tersebut, perusahaan menawarkan sebanyak 8,33 miliar saham atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran sebesar Rp270 per saham.

Langkah IPO saat itu dinilai sebagai terobosan bagi sektor hiburan yang tengah bangkit pasca-pandemi COVID-19. CNMA sendiri berhasil mencatatkan oversubscribe saat IPO, yang menunjukkan antusiasme investor terhadap prospek bisnis bioskop di Indonesia.

Sejak IPO, kinerja saham CNMA relatif stabil dan beberapa kali mengalami lonjakan seiring rilis film-film box office global yang mendongkrak penjualan tiket bioskop.

Optimisme Jangka Panjang

Melalui laporan keuangan dan keterbukaan informasi terbaru ini, CNMA memberikan sinyal positif kepada publik dan investor bahwa mereka tetap menjalankan rencana bisnis secara disiplin dan terukur. Penggunaan dana IPO yang tertib dan transparan menjadi nilai tambah bagi kredibilitas perusahaan.

Industri bioskop di Indonesia memang tengah mengalami pemulihan signifikan sejak tahun 2022. Dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik serta meningkatnya minat masyarakat terhadap hiburan luar rumah, CNMA diyakini akan terus tumbuh dan menjaga dominasinya di pasar.

“Kami optimis bahwa pengembangan bioskop baru dan penyegaran teknologi akan memperkuat daya tarik Cinema XXI di mata konsumen. Fokus kami tetap pada peningkatan kualitas dan aksesibilitas hiburan layar lebar bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup pernyataan manajemen CNMA.

Untuk informasi terkini dan berita lengkap lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  IHSG Berpotensi Melemah Simak Rekomendasi Saham Menguntungkan Hari Ini!

Pos terkait