JurnalLugas.Com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis 06 November 2025, pagi dibuka menguat tipis 8,05 poin atau 0,10 persen ke posisi 8.326,58. Namun, di sisi lain, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru terkoreksi 1,95 poin atau 0,23 persen ke level 844,94.
Pergerakan awal ini mencerminkan sentimen pasar yang masih berhati-hati, meskipun ada optimisme terhadap kinerja emiten pada kuartal IV 2025. Beberapa analis menilai penguatan IHSG terbatas karena investor menunggu rilis data ekonomi terbaru dan perkembangan global.
Analis pasar modal R. Andri menuturkan, “Kenaikan IHSG di awal sesi lebih dipicu oleh saham-saham sektor energi dan perbankan, sedangkan tekanan masih datang dari sektor konsumer dan teknologi.”
Ia menambahkan, sebagian investor asing juga terlihat masih melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah IHSG menguat cukup signifikan sepanjang pekan lalu. “Koreksi pada saham unggulan menunjukkan rotasi portofolio menuju sektor yang dianggap lebih defensif,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan arah kebijakan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan, yang diperkirakan akan memengaruhi arus modal asing dalam waktu dekat.
Dengan dinamika tersebut, para analis memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 8.280–8.360, dengan peluang penguatan terbatas di tengah volatilitas global.
Untuk memantau update pasar saham dan analisis ekonomi terkini, kunjungi JurnalLugas.Com.






