JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan dukungannya terhadap perubahan rezim di Iran melalui slogan kontroversial yang ia populerkan, “Make Iran Great Again” (MIGA). Slogan ini mencerminkan sikap politik luar negeri Trump yang tetap keras terhadap Teheran, meskipun konstelasi di dalam negeri Iran menunjukkan dinamika yang mulai bergeser.
Trump, dalam sejumlah pernyataannya belakangan ini, menyoroti pentingnya perubahan sistem pemerintahan di Iran sebagai satu-satunya jalan menuju stabilitas Timur Tengah. Menurutnya, pemerintahan yang “pro-rakyat” dan “anti-represif” merupakan syarat mutlak agar Iran bisa “bangkit kembali”.
Namun demikian, sejumlah analis kebijakan luar negeri menyebut bahwa pendekatan Trump tidak sepenuhnya mendapatkan respons positif dari perkembangan politik Iran saat ini. Alan Eyre, mantan diplomat senior Amerika Serikat yang terlibat dalam kesepakatan nuklir Iran era Obama, menyampaikan bahwa “rezim Iran memang tengah berubah, tapi bukan ke arah yang diinginkan Trump.”
Eyre menambahkan, terdapat pergeseran internal dalam tubuh kepemimpinan Iran, di mana sejumlah elite politik dan kelompok teknokrat mulai mendorong agenda reformasi terbatas. “Namun mereka tidak tertarik dengan intervensi luar atau perubahan sistem secara total seperti yang diusulkan oleh Trump dan sekutunya,” ujar Eyre dalam wawancaranya yang dikutip oleh Newsweek.
Sementara itu, slogan MIGA sendiri mulai menjadi bahan pembicaraan di dunia maya, terutama di kalangan diaspora Iran yang pro-perubahan. Meski begitu, reaksi dalam negeri Iran tetap hati-hati. Pemerintah Iran belum secara resmi menanggapi provokasi Trump, namun sumber diplomatik menyebut pendekatan konfrontatif ala Trump justru bisa menyatukan kelompok moderat dan garis keras dalam satu perlawanan terhadap pengaruh luar.
Perkembangan ini menjadi sorotan dunia internasional, terutama di tengah upaya sejumlah negara Eropa yang mencoba menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran yang sempat dibatalkan Trump saat menjabat.
Selengkapnya update politik dan isu global terkini bisa diikuti di JurnalLugas.Com.






