Top Losers BEI Pekan Ini Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Terjun Bebas Tekan IHSG

JurnalLugas.Com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan pekan 28 Juli–2 Agustus 2025 dengan catatan merah pada sejumlah saham, terutama dari daftar top losers. Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menjadi sorotan utama setelah mengalami penurunan paling tajam di antara emiten lainnya.

SMMA Jadi Penekan Utama

Sepanjang pekan, harga saham SMMA anjlok 32,27% ke level Rp15.375 per saham dari sebelumnya Rp22.700. Penurunan ini menjadi yang terbesar di bursa, sekaligus memberi tekanan signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi tipis 0,08% ke level 7.537,76.

Bacaan Lainnya

Seorang analis pasar modal yang dihubungi JurnalLugas.Com menjelaskan, kejatuhan SMMA didorong oleh aksi ambil untung investor setelah kenaikan sebelumnya, ditambah sentimen negatif dari laporan kinerja yang tidak sesuai ekspektasi.

“Pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur di saham-saham yang dianggap berisiko tinggi, termasuk SMMA,” ujarnya.

Pesaing di Daftar Top Losers

Posisi kedua ditempati saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) yang longsor 28,64% ke harga Rp147 dari Rp206 per saham. Pelemahan signifikan juga terjadi pada PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) yang terkoreksi 17,34% menjadi Rp410 dari Rp496.

Berikut daftar lengkap 10 besar top losers BEI pekan ini:

  1. PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) – Turun 32,27% ke Rp15.375 dari Rp22.700
  2. PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) – Turun 28,64% ke Rp147 dari Rp206
  3. PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) – Turun 17,34% ke Rp410 dari Rp496
  4. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) – Turun 16,67% ke Rp220 dari Rp264
  5. PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) – Turun 16,29% ke Rp1.465 dari Rp1.750
  6. PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) – Turun 15,73% ke Rp750 dari Rp890
  7. PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) – Turun 15,27% ke Rp111 dari Rp131
  8. PT Hillcon Tbk (HILL) – Turun 15,08% ke Rp214 dari Rp252
  9. PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) – Turun 14,97% ke Rp125 dari Rp147
  10. PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) – Turun 14,20% ke Rp302 dari Rp352

Sektor dan Sentimen yang Memengaruhi

Beberapa analis menilai bahwa pelemahan mayoritas saham tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Tekanan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, serta potensi penyesuaian suku bunga membuat investor lebih selektif.

“Pasar masih menunggu kepastian arah kebijakan moneter global. Akibatnya, saham-saham dengan fundamental lemah lebih dulu terkena dampaknya,” ujar analis itu menambahkan.

Selain faktor global, laporan keuangan kuartalan beberapa emiten juga menjadi pemicu. Kinerja yang tidak sesuai ekspektasi membuat sebagian besar investor melakukan penjualan cepat untuk mengamankan modal.

IHSG Bertahan Meski Tekanan Tinggi

Walaupun daftar top losers mencatat penurunan tajam, IHSG pekan ini hanya terkoreksi tipis. Hal ini disebabkan oleh penguatan pada sejumlah saham big caps yang menopang indeks. Namun, investor ritel tetap disarankan untuk berhati-hati, terutama menghadapi pekan depan yang diprediksi masih volatil.

“Strategi terbaik saat ini adalah memilih saham dengan fundamental kuat dan menghindari euforia sesaat,” tutup sang analis.

📌 Baca berita pasar modal lainnya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Telkom Ungkap Strategi Besar Infranexia Siap Kelola Aset Fiber Rp150 Triliun

Pos terkait