JurnalLugas.Com – Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura (MTI) resmi merevisi proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2025 menjadi di kisaran 1,5%–2,5%, naik dari perkiraan sebelumnya 0,0%–2,0%. Kenaikan ini dipicu oleh kinerja ekonomi yang lebih kuat dari ekspektasi pada semester pertama tahun ini.
Dalam pernyataannya, MTI menyebut ekonomi Singapura tumbuh 4,3% secara tahunan (year on year/yoy) selama Januari–Juni 2025. Meski demikian, pihaknya mengingatkan bahwa risiko penurunan masih ada akibat ketidakpastian global yang cukup tinggi.
“Tantangan eksternal tetap signifikan, terutama terkait kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang belum pasti,” ujar perwakilan MTI, merujuk pada potensi penerapan tarif sektoral pada produk farmasi dan semikonduktor.
Pertumbuhan Kuartal Kedua Lebih Kencang
Data resmi menunjukkan, pada kuartal kedua (Q2) 2025, perekonomian Singapura tumbuh 4,4% yoy, naik tipis dibanding Q1 yang mencatat 4,1% yoy. Secara kuartalan (quarter on quarter) yang sudah disesuaikan musiman, ekonomi meningkat 1,4%, berbalik dari kontraksi 0,5% di kuartal sebelumnya.
Kenaikan tersebut terutama ditopang sektor perdagangan grosir, manufaktur, keuangan dan asuransi, serta transportasi dan pergudangan. Sektor perdagangan grosir dan logistik diuntungkan oleh percepatan pengiriman barang sebelum tarif AS berlaku di kawasan.
Tantangan di Sektor Lain
Walaupun mayoritas sektor menunjukkan kinerja positif, industri makanan dan minuman justru mengalami kontraksi. MTI mengaitkan hal ini dengan meningkatnya perjalanan ke luar negeri oleh penduduk lokal, yang menurunkan konsumsi domestik.
Para analis menilai, revisi proyeksi ini memberikan sinyal optimisme hati-hati. “Meskipun prospek membaik, faktor eksternal seperti kebijakan tarif AS dan ketegangan geopolitik masih berpotensi mengerem laju pertumbuhan,” ujar seorang ekonom yang berbasis di Singapura.
Dengan dinamika ini, pemerintah Singapura diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam merumuskan kebijakan fiskal dan moneter agar momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga.
Baca berita ekonomi terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.






