GOTO Rampungkan Migrasi Cloud ke Alibaba-Tencent Efisiensi Biaya Capai 50 Persen

JurnalLugas.Com — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi menyelesaikan proses migrasi sistem komputasi awan dari Google Cloud ke Alibaba Cloud dan Tencent Cloud. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menekan biaya operasional sekaligus memperkuat fondasi teknologi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Migrasi sistem yang berlangsung pada kuartal II-2025 tersebut berhasil dituntaskan tanpa gangguan besar pada layanan. Manajemen mengklaim, perubahan ini mampu memangkas beban biaya cloud tahunan lebih dari 50 persen. Selain penghematan, infrastruktur baru ini disebut memberikan kelincahan lebih tinggi dan mempercepat peluncuran inovasi dalam ekosistem GoTo.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama GoTo, Patrick Walujo, mengungkapkan bahwa langkah ini dibarengi pembentukan pusat teknologi baru di Tiongkok. Tujuannya, memanfaatkan sumber daya keahlian rekayasa teknologi yang dinilai sebagai salah satu yang terkaya di dunia.

Baca Juga  Google Cloud Luncurkan Gemini Enterprise, AI Kini Bisa Bekerja Sendiri Tanpa Perintah

“Investasi kami pada infrastruktur teknologi, ditambah keberhasilan migrasi cloud dan perkembangan strategi AI, menempatkan kami di posisi yang kuat untuk menghadapi tantangan sekaligus mendorong pertumbuhan ke depan,” ujar Patrick dalam keterangan resmi, Kamis (14/8/2025).

Dukung Kedaulatan Data Indonesia

Migrasi ini juga dirancang untuk mendukung kebijakan kedaulatan data di Indonesia. Seluruh informasi akan disimpan dan diproses di infrastruktur berbasis dalam negeri, sehingga keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi nasional dapat lebih terjamin.

Capaian Kinerja Positif

Selain migrasi cloud, GoTo mencatat pencapaian kinerja keuangan yang signifikan. Pada semester I-2025, pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp8,56 triliun, tumbuh 30 persen secara tahunan (year-on-year).

EBITDA yang Disesuaikan tercatat positif sebesar Rp820 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp447 miliar. Meski masih membukukan rugi bersih Rp499 miliar, angka ini menyusut 64 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target kinerja, sembari membangun bisnis teknologi yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi jutaan mitra pengemudi serta pelaku usaha di seluruh Indonesia,” tambah Patrick.

Transformasi cloud ini diharapkan menjadi salah satu pendorong efisiensi terbesar dalam sejarah perusahaan, sekaligus membuka ruang inovasi yang lebih luas di masa depan.

Baca berita teknologi lainnya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait