JurnalLugas.Com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah saham mengalami tekanan jual signifikan sepanjang pekan 18-22 Agustus 2025, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,50 persen.
Data BEI mencatat saham PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 20,41 persen, dari Rp980 menjadi Rp780 per saham. Analis pasar modal menyebut, penurunan tajam ini sejalan dengan sentimen negatif di sektor properti.
“Tekanan pada INPP sebagian besar dipicu oleh ketidakpastian proyek dan sentimen makro ekonomi yang melemah,” kata seorang pengamat pasar saham, disingkat.
Di posisi kedua, PT Argo Pantes Tbk (ARGO) turun 16,71 persen menjadi Rp1.445 per saham, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terkoreksi 14,88 persen ke Rp78.825. Sektor manufaktur dan logistik menjadi sorotan karena aksi jual masif oleh investor asing.
Sementara itu, saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) dan PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) masing-masing melemah 14,36 persen dan 11,80 persen. Beberapa emiten jasa dan otomotif juga masuk daftar top losers, termasuk PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) yang turun 10,88 persen dan PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) terkoreksi 10,32 persen.
Saham-saham lainnya yang tergelincir antara lain PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) turun 8,82 persen, PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) menyusut 7,79 persen, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) terkoreksi 7,19 persen per saham.
Pengamat pasar menambahkan, “Penurunan pekan ini menunjukkan investor lebih berhati-hati menghadapi volatilitas IHSG di tengah kondisi global yang masih belum stabil.”
Pekan depan, analis menyarankan investor memantau pergerakan sektor properti dan manufaktur, yang dinilai paling rawan mengalami tekanan jual.
Daftar 10 saham top losers pekan 18-22 Agustus 2025:
- INPP -20,41% ke Rp780
- ARGO -16,71% ke Rp1.445
- DSSA -14,88% ke Rp78.825
- GPSO -14,36% ke Rp310
- ZYRX -11,80% ke Rp157
- IMJS -10,88% ke Rp262
- DKFT -10,32% ke Rp695
- KPIG -8,82% ke Rp186
- VERN -7,79% ke Rp142
- RAJA -7,19% ke Rp2.710
Pergerakan ini menjadi catatan penting bagi investor yang ingin menyesuaikan portofolio menjelang akhir bulan.
Sumber data: BEI, pengamatan pasar saham.






