Dirut PT Samudera Indonesia Tbk Bani Maulana Mulia Borong 1,44 Juta Saham SMDR Investasi Jangka Panjang?

JurnalLugas.Com — Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), Bani Maulana Mulia, kembali melakukan aksi borong saham perseroan. Dalam dua kali transaksi pada 28 Agustus 2025 dan 1 September 2025, Bani menambah kepemilikannya hingga mencapai lebih dari 53 juta lembar saham.

Informasi tersebut disampaikan oleh Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan SMDR, Farida Helianti Sastrosatomo, melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/9/2025). “Tujuan transaksi adalah investasi, dengan status kepemilikan saham langsung,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Rincian Transaksi Saham SMDR

Berdasarkan laporan ke BEI, aksi borong saham dilakukan dalam dua tahap.

  • 28 Agustus 2025: Bani membeli 845 ribu saham dengan harga rata-rata Rp348 per saham. Dari transaksi ini, dana yang digelontorkan mencapai sekitar Rp294,06 juta.
  • 1 September 2025: Ia kembali masuk dengan membeli 597 ribu saham pada harga rata-rata Rp326 per saham, sehingga total dana yang dikeluarkan mencapai Rp194,62 juta.
Baca Juga  IHSG Menguat LQ45 Ikut Melonjak di Awal Perdagangan

Jika digabungkan, dalam kurun waktu kurang dari sepekan, Bani merogoh kocek lebih dari Rp488 juta untuk memperbesar kepemilikannya di perusahaan pelayaran tersebut.

Porsi Kepemilikan Naik

Setelah dua aksi pembelian itu, kepemilikan saham Bani Maulana pada SMDR kini tercatat sebesar 53.191.700 saham atau 0,324 persen, naik dari sebelumnya 51.749.700 saham atau 0,316 persen.

Meski secara persentase terlihat kecil, aksi ini dinilai sebagai sinyal positif, mengingat pembelian dilakukan langsung oleh Direktur Utama. Umumnya, langkah tersebut dipandang sebagai bentuk kepercayaan terhadap kinerja dan prospek jangka panjang perusahaan.

Kinerja Keuangan SMDR

Seiring dengan aksi korporasi ini, fundamental PT Samudera Indonesia Tbk juga menunjukkan catatan cukup kuat. Hingga 30 Juni 2025, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD29,30 juta.

Selain itu, perusahaan juga memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD500 juta, dengan total ekuitas mencapai USD750,80 juta. Kondisi ini memperlihatkan posisi keuangan yang solid dan dapat menopang strategi ekspansi maupun investasi jangka panjang.

Baca Juga  Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Patrick Sugito Walujo Gondol Kembali 98 juta Saham GoTo

Sinyal Positif untuk Investor

Aksi pembelian saham oleh pejabat utama perusahaan biasanya menjadi perhatian investor ritel maupun institusi. Pasalnya, langkah tersebut sering dianggap sebagai bukti keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis.

Beberapa analis menilai, keberanian Bani Maulana menambah kepemilikan bisa memicu sentimen positif di pasar modal. Investor kerap menginterpretasikan aksi borong saham oleh direksi sebagai sinyal bahwa harga saham masih undervalue dan berpotensi naik.

Meski begitu, para pelaku pasar tetap diingatkan untuk memperhatikan faktor risiko, termasuk dinamika industri pelayaran global, fluktuasi biaya operasional, serta kondisi ekonomi internasional yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan.

Baca berita ekonomi, politik, hukum, dan isu terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait