JurnalLugas.Com – Dukungan internasional terhadap pengakuan Palestina semakin menguat setelah Inggris, Kanada, dan Australia pada Minggu (21/9/2025) resmi menyatakan pengakuan negara tersebut. Langkah bersejarah ini diperkirakan akan diikuti lebih banyak negara pada Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
Pada Senin (22/9), para pemimpin dunia dijadwalkan menghadiri konferensi internasional mengenai penyelesaian damai konflik Palestina dan implementasi solusi dua negara. Beberapa negara Eropa, termasuk Prancis, Belgia, Luksemburg, Malta, Portugal, Andorra, dan San Marino, diperkirakan akan menyampaikan pengakuan resmi mereka terhadap Palestina.
Inggris, Australia, dan Kanada Ambil Langkah Awal
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa “momen untuk mengakui kemerdekaan Palestina telah tiba.” Ia menyebut keputusan ini diambil demi menjaga peluang perdamaian.
Senada dengan itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menilai pengakuan negaranya sebagai bentuk penghormatan terhadap “aspirasi sah rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri.”
Sementara Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut langkah tersebut sebagai komitmen jangka panjang negaranya dalam mendukung solusi dua negara. “Sejak 1947, kebijakan Kanada konsisten mendukung perdamaian abadi di Timur Tengah,” ujarnya.
Gelombang Dukungan Eropa
Belgia lebih dulu menyatakan sikap dengan menyebut kondisi Gaza sebagai “tragedi kemanusiaan.” Menurut Menlu Belgia Maxime Prevot, situasi di lapangan “dapat dianggap sebagai bentuk genosida.”
Prancis diperkirakan akan mengumumkan pengakuan pada 22 September setelah Presiden Emmanuel Macron berbicara langsung dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Macron menyebut Prancis siap mendampingi Palestina dalam reformasi pemerintahan dan pembangunan stabilitas.
Negara lain seperti Luksemburg, Malta, Portugal, Andorra, hingga San Marino juga telah menyatakan niat serupa, menegaskan komitmen mereka pada solusi dua negara.
Reaksi Palestina dan Israel
Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut baik langkah tersebut dan menyebutnya sebagai “keputusan berani.” Pihaknya menyerukan negara lain agar segera mengambil sikap serupa.
Sebaliknya, Israel mengancam akan mempercepat rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat. Dukungan Amerika Serikat pun tampak tidak sejalan dengan Eropa. Menlu AS Marco Rubio memperingatkan bahwa pengakuan Palestina bisa “memicu respons keras dari Israel” serta menyulitkan kesepakatan damai di Gaza.
AS-Israel semakin pusing, mereka menyatakan akan membuat perhitungan negara-negara yang mendukung merdekanya Palestina.
Momentum Bersejarah
Sejak deklarasi kemerdekaan pada 15 November 1988, Palestina telah diakui oleh 147 dari 193 anggota PBB. Dengan tambahan pengakuan dari sekitar 10 negara baru, jumlah tersebut diperkirakan naik menjadi 157.
Jika tren ini berlanjut, Sidang Umum PBB 2025 bisa menjadi salah satu titik balik penting dalam perjalanan panjang rakyat Palestina menuju kedaulatan penuh.
Berita lainnya bisa dibaca di JurnalLugas.Com






