Freedom Flotilla Aktivis dari 20 Negara Kirim Armada Baru ke Gaza Termasuk Anggota Parlemen AS-Eropa

JurnalLugas.Com – Upaya internasional untuk menantang blokade Israel terhadap Jalur Gaza kembali menguat. Pada Sabtu, 27 September 2025, Komite Internasional untuk Membongkar Blokade Gaza resmi mengerahkan armada tambahan yang terdiri dari 10 kapal sipil dari Pelabuhan San Giovanni Li Cuti, Kota Catania, Italia.

Sekitar 70 aktivis dari lebih 20 negara ikut serta dalam pelayaran tersebut. Mereka berangkat dengan dukungan Freedom Flotilla Coalition—jaringan global yang sejak lebih dari satu dekade terakhir konsisten mengirim misi kemanusiaan ke Palestina. Menariknya, di antara peserta terdapat sembilan anggota parlemen asal Eropa dan Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  PBB Israel Gunakan Kelaparan sebagai Senjata di Gaza

“Aksi ini dilakukan saat perang Israel di Gaza memasuki tahun kedua, dengan rentetan pengeboman, blokade pangan, hingga serangan terhadap warga sipil dan fasilitas kemanusiaan,” ungkap pernyataan resmi komite.

Kritik terhadap Sikap Dunia

Komite menuding negara-negara besar masih bungkam atas situasi Gaza, bahkan dinilai melindungi Israel dari tanggung jawab hukum internasional. Ketua Komite, Zaher Birawi, menegaskan bahwa perjuangan solidaritas global tidak akan berhenti.

“Kampanye ini tidak akan surut hingga tujuan kemanusiaan tercapai,” ujar Birawi.

Riwayat Flotilla Sebelumnya

Armada kali ini melanjutkan jejak misi sebelumnya, seperti kapal Madleen dan Handala, serta puluhan armada yang telah berlayar dalam 15 tahun terakhir. Sebagian besar kapal tersebut dicegat, ditahan, atau bahkan diserang militer Israel di perairan internasional. Praktik itu oleh sejumlah pengamat kerap disebut sebagai bentuk “pembajakan laut”.

Fakta Lapangan di Gaza

Sementara itu, laporan terbaru penyelidik PBB mengungkap dugaan serius bahwa Israel melakukan tindakan genosida di Gaza. Sejak konflik kembali memanas pada Oktober 2023, hampir 66.000 warga Palestina dilaporkan tewas akibat agresi militer.

Langkah peluncuran armada baru ini menjadi simbol kuat bahwa dukungan internasional terhadap rakyat Palestina belum padam, meski tantangan dari otoritas Israel terus membayangi.

Baca berita dan analisis terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait