Sultan HB X Keracunan MBG Tak Akan Berhenti Jika Pola Masak Tak Berubah

JurnalLugas.Com – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyoroti kembali kasus keracunan makanan yang terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu ia sampaikan saat membuka acara Gerakan Pangan Murah di halaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Yogyakarta.

Sultan menilai, penyebab keracunan yang dialami sejumlah siswa kemungkinan besar berasal dari ketidaksiapan penyedia makanan dalam mengolah menu dengan jumlah besar.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Apakah Bisa Buka Mitra MBG Lebih dari Satu, Bahkan Mengelola Ratusan SPPG?

Menurutnya, kerusakan makanan bisa terjadi karena cara memasak yang kurang tepat. Rentang waktu antara proses memasak hingga akhirnya disantap siswa dianggap terlalu panjang sehingga membuat kualitas hidangan menurun, terutama untuk menu sayuran yang cepat basi.

“Kalau proses memasaknya dilakukan dini hari, lalu baru dimakan pada pagi hingga siang hari, tentu sayuran tidak lagi segar dan berisiko menimbulkan masalah,” ucap Sultan.

Distribusi Perlu Disesuaikan

Sultan menegaskan, distribusi makanan harus sejalan dengan waktu pengolahan. Ia menilai, sayur sebaiknya dimasak mendekati waktu penyajian, sedangkan menu lauk atau gorengan bisa disiapkan lebih dahulu.

“Intinya, jangan sampai pola masak yang diterapkan sejak lama dibiarkan terus, karena selama itu tidak berubah, kasus serupa akan mudah terulang,” tambahnya.

Baca Juga  Natalius Pigai Usul Bentuk Dinas Gizi Daerah, Keracunan MBG Tanggung Jawab BGN

Sebagai program yang digagas untuk mendukung gizi pelajar, Sultan berharap MBG benar-benar dikelola dengan standar ketat. Evaluasi menyeluruh dari penyedia makanan diharapkan bisa mengurangi risiko keracunan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

Baca berita selengkapnya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait